Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Jutaan Jamaah Menuju Sekumpul, Samarinda Buka Ruang Singgah

Muhhammad Rifqi Hidayatullah • Sabtu, 20 Desember 2025 | 18:50 WIB

PELAYANAN: Relawan Posko Singgah Kebun Raya Unmul Damkar VII Samarinda mengikuti doa dan koordinasi di area posko yang disiapkan untuk melayani jamaah Kegiatan Rutin di Sekumpul Momen 5 Rajab 1447 H.
PELAYANAN: Relawan Posko Singgah Kebun Raya Unmul Damkar VII Samarinda mengikuti doa dan koordinasi di area posko yang disiapkan untuk melayani jamaah Kegiatan Rutin di Sekumpul Momen 5 Rajab 1447 H.
KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Jalan poros Samarinda–Bontang siang itu tidak sepenuhnya lengang. Kendaraan datang dan pergi, sebagian melaju tanpa berhenti. Sebagian lain memperlambat laju, membaca papan penunjuk yang berdiri di tepi jalan: posko singgah.

Di area Posko 7 Pemadam BPBD Kota Samarinda, Kelurahan Tanah Merah, Samarinda Utara, sebuah ruang terbuka disiapkan. Tenda berdiri, karpet digelar, dan alas kaki tertata di tepi. Tidak ada spanduk besar berisi ajakan. Tidak ada pengeras suara. Yang terdengar justru sapaan pendek.

“Silakan, mari masuk.” Seorang pria menyambut sambil mempersilakan saya ke dalam area posko. Di sudut lain, teko air panas mengepul pelan. “Kalau mau minum, kopi, teh, atau air mineral ada,” ujarnya ringan, seolah ini rumah singgah yang sudah lama menunggu tamu.

Posko ini disiapkan sebagai tempat jeda bagi jamaah yang melintas Samarinda dalam perjalanan menuju Banjarmasin untuk menghadiri Kegiatan Rutin di Sekumpul Momen 5 Rajab 1447 H, sebuah agenda tahunan yang setiap tahun melibatkan jutaan jamaah dari berbagai daerah. Samarinda bukan kota tujuan. Ia berada di jalur lintasan. Dan di jalur itu, kota ini memilih membuka ruang.

Di dalam posko, aktivitas berlangsung tanpa hiruk. Sejumlah relawan duduk melingkar. Ada yang berbincang pelan, ada yang beristirahat. Di meja lain, kotak-kotak makanan tertata. Seseorang menyodorkan satu kotak sambil berkata singkat, “Silakan dimakan.”

Dari pengamatan di lapangan, posko ini menyiapkan berbagai kebutuhan dasar bagi jamaah yang singgah. Area parkir disediakan untuk mobil dan sepeda motor. Dapur umum beroperasi untuk kebutuhan makan dan minum. Tim medis disiagakan bersama ambulans. Tersedia pula tempat istirahat, musala lengkap dengan tempat wudu, serta WC dan kamar mandi.

Posko ini melayani jamaah yang datang dari berbagai wilayah, mulai dari Kalimantan Utara, Kabupaten Berau, Kabupaten Kutai Timur, Kota Bontang, hingga daerah-daerah lain yang melintasi Samarinda. Mereka yang baru akan berangkat menuju Sekumpul maupun yang telah kembali dari Banjarmasin diperlakukan sama: dipersilakan singgah.

Seluruh layanan di posko ini berjalan 24 jam penuh, tanpa pungutan, dan gratis sepenuhnya. Informasi yang terpampang dan aktivitas yang berlangsung menunjukkan bahwa posko ini beroperasi sejak 20 Desember 2025 hingga 26 Desember 2025, menyesuaikan dengan arus keberangkatan dan kepulangan jamaah Kegiatan Rutin di Sekumpul Momen 5 Rajab 1447 H.

Yang menarik, tidak terlihat mekanisme formal seperti pendaftaran atau permintaan data. Jamaah datang, beristirahat, lalu melanjutkan perjalanan. Di sisi lain, logistik tampak datang silih berganti. Ada yang mengantar bahan makanan, ada yang menyerahkan kotak nasi, ada pula yang sekadar mampir dan menitipkan minuman. Semua bergerak tanpa instruksi terbuka.

Di dinding posko, sebuah kalimat sederhana tertulis dan terasa menjelaskan suasana yang ada: “Pian singgah, kami himung.” Sebuah ajakan khas Banjar yang tak terasa sebagai slogan, melainkan sikap.

Di jalur panjang menuju Sekumpul, Samarinda tidak berdiri sebagai tujuan akhir. Ia hadir sebagai jeda. Tempat orang berhenti sebentar, menurunkan lelah, sebelum kembali melanjutkan perjalanan yang masih panjang. (qi)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#banjarmasin #samarinda #Sekumpul #jamaah #Haul Guru Sakumpul #ruang singgah