KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Kaltim kehilangan tokoh politik yang memiliki catatan menarik. Pada Kamis (25/12) sekitar pukul 09.00 Wita, H Muhammad Syahrun HS atau yang lebih familiar disapa Haji Alung, menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie.
Mantan Ketua DPRD Kaltim itu pergi di usia yang ke-71 tahun, meninggalkan jejak panjang pengabdian di panggung politik Benua Etam. Mendiang almarhum disemayamkan di rumah duka di Jalan Mayor Jendral S Parman, Samarinda. Sebelum jenazah almarhum dimakamkan di kawasan Kecamaatan Sambutan, banyak tokoh penting yang mendampingi karirnya ketika menjabat, datang melayat.
Kepergian Syahrun tak hanya menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga. Tapi juga bagi Kaltim yang pernah ia wakili selama beberapa tahun di sektor parlemen. Seperti yang diungkapkan Wakil Gubernur Kaltim ke-6, Farid Wadjdy, yang mengenang Syahrun sebagai sosok pemimpin yang tenang dan mampu meredam perbedaan. Dalam dinamika politik yang kerap keras, Syahrun disebutnya memilih jalan dialog.
"Almarhum ini pemimpin yang bisa mengakomodir berbagai pandangan. Karena pandangan-pandanyan itu diopah, sehingga tidak terjadi benturan," ucap Farid, Kamis (25/12). Keseimbangan itulah yang disebut Farid terlihat ketika mendiang almarhum menjabat sebagai Ketua DPRD Kaltim, dan Farid sebagai Wakil Gubernur kala itu.
"Sebab, tidak mudah menjaga hubungan legislatif dan eksekutif. Nah, beliau mampu menjalankan peranannya dengan baik, menjaga situasi internal (legislatif) dan hubungan dengan eksekutif," imbuhnya.
Farid sedikit memberikan momen penting dalam masa persiapan pengambilalihan pengelolaan Blok Mahakam dari asing ke Pertamina. Dalam prosesnya, lanjut dia, Syahrun sering menekankan satu hal, yakni kepentingan Kaltim sebagai pemegang wilayah sumber daya alamnya.
Baca Juga: Jembatan di Sungai Mahakam Kembali Ditabrak, DPRD Kaltim Ungkap Dugaan Pelanggaran
“Silakan dikelola oleh Pertamina, tapi ingat Kaltim sebagai daerah sumber daya alamnya,” tutur Farid mengenang pesan almarhum. Sebagai informasi, Hj Alung lahir di Kota Bangun pada 3 Mei 1954, Syahrun adalah kader senior Partai Golkar yang membangun karier politiknya dari daerah. Kutai Kartanegara dan Kutai Barat menjadi basis pengabdiannya.
Puncak perjalanan politiknya terjadi pada 2013. Melalui Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kaltim, 19 Desember 2013, Syahrun dipercaya menjabat Ketua DPRD Kaltim untuk sisa masa jabatan periode 2009–2014. Posisi itu menempatkannya di pusat pengambilan keputusan, sekaligus menjadi penentu arah hubungan legislatif dan eksekutif.
Di parlemen, Syahrun dikenal aktif di Komisi II yang membidangi keuangan dan ekonomi. Dia kerap terlibat dalam pembahasan kebijakan strategis daerah, dari anggaran, pembangunan, hingga pengelolaan sumber daya alam. Latar belakangnya sebagai pengusaha membuat pendekatannya cenderung realistis dan kalkulatif.
Baca Juga: Jembatan Mahakam Ulu Ditabrak Tongkang, Alur Sungai Ditutup Sementara
Dan kini, Haji Alung telah pergi. Namun, ketenangan, sikap akomodatif, dan pemikiran-pemikirannya tetap menjadi bagian dari ingatan politik derah ini. "Saya kira beliau sosok pemimpin, tokoh yang kalau saya bilang tenang, kalem, sederhana, tapi berkarakter dan hambel. Ini karakter yang melekat dari sosok beliau," pungkasnya. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki