Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Tak Ada Aliran Listrik, Penyebab Kebakaran di Mes Karyawan Pabrik di Palaran Jadi Tanda Tanya

Eko Pralistio • Senin, 29 Desember 2025 | 13:44 WIB
CARI PENYEBAB: Kebakaran yang melanda mes karyawan pabrik plywood PT Tirta Mahakam di Jalan Sulawesi, RT 43, Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran, Minggu (28/12) malam, penyababnya ditelusuri.
CARI PENYEBAB: Kebakaran yang melanda mes karyawan pabrik plywood PT Tirta Mahakam di Jalan Sulawesi, RT 43, Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran, Minggu (28/12) malam, penyababnya ditelusuri.


KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Kebakaran yang melanda mes atau asrama karyawan pabrik plywood PT Tirta Mahakam di Jalan Sulawesi, RT 43, Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran, Samarinda, pada Minggu (28/12) malam, belum jelas asal-usulnya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Samarinda Hendra AH melaporkan, yang terbakar adalah bangunan mes yang sudah lama tidak berpenghuni.

"Yang terbakar itu mes bangsalan kosong, ada tiga bangsal kurang lebih 50 pintu. Alhamdulillah rumah warga di sekitar tidak terdampak karena bisa kami blokir bersama petugas dan relawan,” ujarnya, Senin (29/12).

Petugas pemadam kebakaran menerima laporan kebakaran sekitar pukul 19.10 Wita. Lanjut Hendra, api baru berhasil dipadamkan sekitar dua jam kemudian. Dalam proses pemadaman, petugas menurunkan armada dari empat posko pemadam kebakaran yang dibantu relawan.

Menurutnya, pemadaman sempat terkendala akses jalan yang sempit serta banyaknya warga yang sekadar menonton di sekitar lokasi kejadian. Namun, tidak adanya aliran listrik di bangunan tersebut, turut membantu proses pemadaman. “Mes itu memang dalam keadaan kosong dan tidak ada aliran listrik. Kendalanya akses jalan sempit dan banyak penonton,” tegasnya.

Terkait penyebab kebakaran, Hendra menyebut belum bisa memastikan adanya unsur kesengajaan. Dia mengatakan penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan kepolisian. “Kalau penyebabnya belum tahu, kami serahkan ke polisi untuk penyelidikan,” jelasnya.

Hal serupa diungkapkan Ketua RT 43, Juhaeri. Tempat tinggal karyawan yang kerap disebut mes bujang itu sudah lama tidak beroprasi. "Mes itu sudah tutup lama, tidak ada aktivitas apa pun, termasuk listrik," jelasnya.

Disinggung perihal apakah ada pembakaran sampah sebelumnya, dia tak ingin berspekulasi. "Nah, itu kami belum tahu," tutupnya. (*)

Editor : Dwi Restu A
#palaran #kebakaran #mes karyawan