KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Badan Narkotika Nasional (BNN) Kaltim akan memfokuskan strategi pada Program ANANDA (Aksi Nasional Anti Narkoba Dimulai dari Anak).
Program itu menitikberatkan edukasi dan literasi anti narkoba sejak usia dini, mulai PAUD hingga sekolah menengah, termasuk upaya memasukkan materi pencegahan narkotika ke dalam kurikulum pendidikan.
“Kami tidak akan meninggalkan penegakan hukum, tetapi fokus ke demand reduction. Pengguna akan kami dorong ke rehabilitasi, bukan dihukum. Data menunjukkan 65 hingga 75 persen penghuni lapas adalah pengguna akibat kebijakan masa lalu,” jelasnya.
Dalam pelayanan publik, nilai Indeks Kepuasan Responden (IKR) BNNP Kaltim tercatat sebesar 3,76, lebih tinggi dibandingkan IKR BNN RI sebesar 3,52.
Capaian itu, lanjut Rudi, menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan kolaborasi lintas sektor. “Mudah-mudahan 2025 menjadi titik balik bagi Kalimantan Timur untuk bergerak menjauh dari ancaman narkotika,” pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A