Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kecelakaan di Samarinda Turun Tajam, Kerugian Nyaris Habis 95 Persen, Ratusan Knalpot Brong Dimusnahkan

Eko Pralistio • Rabu, 31 Desember 2025 | 15:22 WIB
MENURUN: Angka kecelakaan lalu lintas dibilang menurun. Ratusan knalpot brong dimusnahkan. Itu dilaksanakan Polresta Samarinda di agenda rilis akhir tahun 2025. (RAMA SIHOTANG/KP)
MENURUN: Angka kecelakaan lalu lintas dibilang menurun. Ratusan knalpot brong dimusnahkan. Itu dilaksanakan Polresta Samarinda di agenda rilis akhir tahun 2025. (RAMA SIHOTANG/KP)

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Kabar baik datang dari jalanan. Sepanjang 2025, angka kecelakaan lalu lintas di Samarinda tercatat mengalami penurunan signifikan. Tak hanya jumlah kasus, nilai kerugian materiil turun drastis hingga nyaris habis.

Hal itu disampaikan Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar dalam agenda rilis akhir tahun Polresta Samarinda. Dia mengungkapkan, di bidang lalu lintas, jumlah kecelakaan turun dari 706 kasus pada 2024 menjadi 577 kasus di 2025.

Tak berhenti di situ, dampak penurunan juga terlihat pada nilai kerugian materiil. Dari sebelumnya mencapai sekitar Rp 52,6 miliar pada 2024, angka kerugian akibat kecelakaan lalu lintas di 2025 merosot tajam menjadi Rp 2,43 miliar atau turun hingga 95 persen.

“Kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas mulai meningkat. Itu tidak lepas dari pelaksanaan operasi kepolisian dan edukasi yang terus kami lakukan sepanjang tahun,” tegasnya, Selasa (30/12).

Penurunan juga terjadi pada angka pelanggaran lalu lintas. Pada 2024 tercatat sebanyak 14.194 pelanggaran, sementara di 2025 turun menjadi 13.294 pelanggaran atau berkurang sekitar 6,34 persen. Selain itu, Satlantas Polresta Samarinda juga gencar menertibkan penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi. Sepanjang 2025, sebanyak 470 knalpot brong berhasil disita.

Knalpot-knalpot tersebut langsung dimusnahkan pada hari yang sama dengan cara dipotong satu per satu, dan disaksikan oleh awak media. (*)

Editor : Dwi Restu A
#samarinda #kecelakaan #menurun