KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda terus mematangkan kesiapan pengoperasian insinerator sebagai upaya pengurangan volume sampah kota. Hingga Rabu (7/1), sejumlah unit insinerator dilaporkan telah dirakit dan siap dioperasionalkan di beberapa lokasi.
Plt Kepala DLH Samarinda Suwarso mengatakan, beberapa insinerator sudah dalam kondisi siap pakai, di antaranya di kawasan Polder Air Hitam, Jalan Nusyirwan Ismail yang memiliki dua unit insinerator, serta di Jalan Wanyi dan Lempake yang progresnya hampir rampung.
Baca Juga: Imbas TKD Dipangkas, Andi Harun Sebut Anggaran Probebaya Tidak Dipotong tapi Dibagi
“Namun, ada juga beberapa lokasi yang progres pembangunannya masih sekitar 60 sampai 70 persen, seperti di Bukit Pinang, Handil Bakti, Samarinda Seberang, Simpang Pasir dan Loa Janan Ilir. Beberapa titik masih memerlukan pematangan lahan sehingga belum bisa selesai 100 persen,” jelasnya, Rabu (7/1).
Untuk lokasi yang telah siap beroperasi, DLH mulai melakukan persiapan pelatihan tenaga pengelola. Pelatihan awal direncanakan dilaksanakan di Lok Bahu Jalan Nusyirwan Ismail, Kecamatan Sungai Kunjang, yang telah dinyatakan siap digunakan. Proses rekrutmen tenaga pengelola insinerator masih menghadapi kendala. Dari hasil seleksi awal, jumlah tenaga yang memenuhi persyaratan belum mencukupi, lantaran sebagian peserta mengundurkan diri atau dinilai tidak cocok dengan karakter pekerjaan tersebut.
“Kami buka kembali tahap kedua rekrutmen, baik untuk tenaga pengelola insinerator maupun petugas keamanan,” ujarnya.
Baca Juga: BREAKING NEWS: Jalan MT Haryono Balikpapan Tergenang, Lalu Lintas Sempat Tersendat
Dalam proses perekrutan, DLH tetap melibatkan kecamatan setempat. Hal itu untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal yang berada di sekitar lokasi insinerator. “Kami upayakan tenaga lokal di dekat lokasi. Selain memudahkan pengawasan, biaya operasional juga bisa ditekan,” pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A