Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

RSUD AMS II Disidak Komisi IV DPRD Kaltim, 50 Bed Hanya 13 yang Berfungsi

Nasya Rahaya • Rabu, 7 Januari 2026 | 17:31 WIB
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim H. Baba (kelima kanan) dan perwakilan Dinkes Kaltim saat kunjungan lapangan ke RSUD AMS II.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim H. Baba (kelima kanan) dan perwakilan Dinkes Kaltim saat kunjungan lapangan ke RSUD AMS II.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — DPRD Provinsi Kaltim melakukan kunjungan lapangan ke RSUD Aji Muhammad Salehuddin II Samarinda, Jalan Wahid Hasyim I, untuk memonitor pelayanan kesehatan sekaligus meninjau rencana pengembangan rumah sakit tersebut. Hasil monitoring menunjukkan masih banyak persoalan mendasar yang harus segera dibenahi, terutama terkait keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dan kerusakan infrastruktur.

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, H. Baba, mengatakan dari total 50 tempat tidur (bed) yang tersedia, saat ini hanya 13 bed yang dapat difungsikan. Kondisi itu disebabkan masih banyak ruangan yang tidak bisa digunakan akibat kerusakan bangunan.

“Kalau kita temukan di lapangan, kekurangannya banyak sekali. Terutama SDM-nya masih sangat kurang. Dari 50 bed yang ada, hanya 13 bed yang bisa difungsikan karena beberapa ruangan mengalami kerusakan,” ujar Baba usai kunjungan lapangan pada Selasa (7/1).

Ia menilai, langkah paling rasional saat ini adalah mengoptimalkan fasilitas yang sudah ada, sebelum merencanakan pembangunan baru. Menurutnya, apabila SDM dipenuhi dan ruangan yang rusak direhabilitasi secara menyeluruh, maka seluruh kapasitas tempat tidur sebenarnya bisa dioperasikan.

“Kalau mau optimal, ya SDM-nya kita penuhi untuk 50 bed itu, kemudian lakukan rehabilitasi total terhadap ruangan-ruangan yang rusak. Lebih baik optimalkan dulu yang ada,” tegasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi IV juga menemukan sejumlah persoalan teknis bangunan, mulai dari keretakan, kerusakan rangka, hingga kebocoran di beberapa titik. Salah satu yang menjadi perhatian adalah rembesan air dari lantai dasar ke lantai dua, yang diduga dipicu oleh perbedaan suhu ekstrem di ruang operasi.

“Di bawah itu ruang operasi, suhunya sangat dingin. Akibatnya terjadi rembesan ke atas, sehingga ruangan di lantai atas tidak bisa digunakan karena terus bocor,” jelas Baba.

Terkait kondisi tersebut, DPRD Kaltim akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk memastikan apakah kerusakan bangunan masih masuk dalam masa pemeliharaan kontraktor.

“Nanti kita komunikasikan dulu dengan Dinkes dan PUPR. Kalau masih dalam masa pemeliharaan, tentu menjadi tanggung jawab kontraktor. Ini sayang sekali, karena gedung ini relatif baru, sekitar dua tahunan,” katanya.

Selain itu, DPRD juga menyoroti rencana pematangan lahan dan pengembangan bangunan di sekitar rumah sakit. Baba menekankan pentingnya penyelesaian seluruh aspek administrasi dan perizinan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Saran kami, selesaikan dulu semua administrasi dan perizinannya. Jangan sampai nanti terjadi kesalahpahaman antarinstansi. Kalau belum siap secara perizinan, jangan dipaksakan,” ujarnya.

Meski demikian, DPRD Kaltim berharap pelayanan kesehatan di RSUD Aji Muhammad Salehuddin II tetap berjalan dan terus ditingkatkan. Ia meminta agar Pemprov Kaltim melalui Dinas Kesehatan segera mengoptimalkan fasilitas yang ada, sembari menuntaskan persoalan infrastruktur dan SDM.

“Harapan kami jelas, yang ada ini dioptimalkan dulu. Kita akan komunikasikan lebih lanjut dengan Dinkes, karena rumah sakit ini berada di bawah kewenangan mereka,” pungkasnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
#DPRD Kaltim kunjungan lapangan #RSUD Aji Muhammad Salehuddin II Samarinda