Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

DLH Samarinda Latih Operator Insinerator, Fokus Keselamatan Kerja

Denny Saputra • Jumat, 9 Januari 2026 | 16:35 WIB
PEMBEKALAN: Puluhan calon operator insinerator mendapat pelatihan pengoperasian mesin mengolah sampah di aula kantor Kecamatan Samarinda Ulu, Jumat (9/1).
PEMBEKALAN: Puluhan calon operator insinerator mendapat pelatihan pengoperasian mesin mengolah sampah di aula kantor Kecamatan Samarinda Ulu, Jumat (9/1).

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda mulai menyiapkan sumber daya manusia untuk mengoperasikan mesin pengolah sampah insinerator yang dibangun sejak tahun lalu. Pelatihan calon operator digelar sebagai tahap awal pengoperasian fasilitas tersebut agar berjalan aman dan optimal. Dari kebutuhan total 72 operator, sebanyak 24 orang telah mendaftar dan mengikuti pelatihan perdana.

Pelatihan berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Samarinda Ulu, Jumat (9/1) pagi, sebelum dilanjutkan dengan praktik lapangan. Salah satu titik praktik dilakukan di lokasi insinerator Polder Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu, yang telah siap digunakan untuk pelatihan teknis.

Plt Kepala DLH Samarinda Suwarso mengatakan pelatihan ini diarahkan secara khusus pada aspek teknis operasional dan keselamatan kerja operator. Menurutnya, pengoperasian insinerator tidak bisa disamakan dengan pekerjaan pengolahan sampah konvensional karena melibatkan teknologi dan suhu tinggi. “Secara umum pelatihan hari ini fokus pada operasional dan keselamatan kerja dari tenaga operatornya,” ujarnya.

Selain menyiapkan tenaga kerja, DLH juga menyiapkan kebutuhan pendukung operasional, termasuk bahan pemicu pembakaran seperti kayu. Suwarso menegaskan, pendampingan dari vendor tetap diperlukan meski pelatihan telah dilakukan. “Kami minta vendor setelah pelatihan tetap melakukan pendampingan, karena ini barang baru dan suhu operasionalnya juga di atas 800 derajat, sehingga harus ada pelatihan kerja khusus dan penggunaan alat pelindung diri,” jelasnya.

Pelatihan dilakukan secara bertahap menyesuaikan jumlah kebutuhan operator. Dari total 72 orang yang dibutuhkan untuk pengoperasian 10 unit inisinerator, baru 24 peserta yang mengikuti tahap awal. DLH memastikan rekrutmen akan kembali dibuka dengan proses seleksi yang ketat. “Seleksinya memang ketat karena lingkungannya tidak seperti kerja biasa, perlu kehati-hatian khusus dan dibekali pengetahuan yang cukup,” terangnya.

Setelah sesi teori, peserta langsung diterjunkan ke lapangan untuk praktik pengoperasian. Waktu pelatihan bersifat fleksibel, menyesuaikan kesiapan alat dan pemahaman peserta. “Kalau di lapangan masih ada kendala dan belum maksimal, bisa diperpanjang dua hari sampai benar-benar running dan aman,” singkatnya.

Sedangkan untuk kesiapan fasilitas, DLH mencatat saat ini terdapat tujuh titik insinerator yang sudah 100 persen siap, dengan Polder Air Hitam menjadi lokasi utama pelatihan teknis. Terkait pemanfaatan sisa pembakaran, DLH menyerahkan pengelolaannya kepada vendor. “Limbah hasil pembakaran sudah bisa diolah menjadi paving block. Tetapi itu nanti akan dilatih kembali,” pungkasnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
#pelatihan operator insinerator #Suwarso #dlh samarinda