Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pedagang Pasar Pagi Keluhkan Tempias Hujan, Pemkot Samarinda Sebut Siap Tangani Tanpa Ganggu Estetika Bangunan

Denny Saputra • Jumat, 9 Januari 2026 | 18:47 WIB
ATENSI: Gedung baru Pasar Pagi Samarinda di Kecamatan Samarinda Kota masih perlu banyak penambahan sarana pendukung agar operasionalnya lebih baik dan nyaman.
ATENSI: Gedung baru Pasar Pagi Samarinda di Kecamatan Samarinda Kota masih perlu banyak penambahan sarana pendukung agar operasionalnya lebih baik dan nyaman.

SAMARINDA - Keluhan pedagang Pasar Pagi Samarinda terkait tempias atau tetesan air hujan yang masuk ke area dalam bangunan mendapat perhatian serius dari pemerintah kota. Saat hujan disertai angin kencang, air kerap masuk dari sisi bangunan dan mengganggu aktivitas jual beli. Kondisi ini menjadi sorotan mengingat Pasar Pagi merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda sebagai penanggung jawab pembangunan menjelaskan, desain Pasar Pagi sejak awal hanya memperhitungkan intensitas hujan yang turun secara vertikal. Perencanaan belum memasukkan skenario hujan yang terdorong angin dari arah samping bangunan, sehingga memicu terjadinya tempias ke area dalam.

Kepala Dinas Perdagangan Samarinda, Nurrahmani, memastikan langkah penanganan segera dilakukan. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR serta kontraktor pelaksana untuk mencari solusi teknis yang tepat.

“Kami sudah berbicara dengan PUPR dan kontraktornya, insyaallah dalam waktu dekat sudah ada penanggulangan yang dilakukan,” ujarnya.

Menurut Nurrahmani, salah satu opsi yang tengah disiapkan adalah penambahan pelindung di sisi bangunan yang disesuaikan dengan desain Pasar Pagi. Penanganan tersebut tidak akan menunggu alokasi anggaran pemerintah daerah karena direncanakan menggunakan skema corporate social responsibility (CSR). Meski demikian, aspek estetika bangunan tetap menjadi perhatian.

“Kami mengontrol agar penanganan ini tidak melanggar estetika bangunan pasar,” jelasnya.

Selain tempias hujan, Dinas Perdagangan juga akan mengevaluasi sejumlah fasilitas lain yang dinilai berpotensi menimbulkan persoalan, termasuk tangga-tangga di dalam kawasan pasar. Evaluasi dilakukan secara bertahap dengan tetap menampung masukan dari pedagang.

“Kami memang menampung apa yang disampaikan pedagang dan akan terus melakukan evaluasi,” terangnya.

Sebagai langkah sementara, lantai atas Pasar Pagi ditutup untuk pengunjung demi alasan keselamatan. Penutupan ini dilakukan sambil menunggu proses penanganan selesai. Dinas Perdagangan berharap adanya kerja sama dari seluruh pihak, terutama pedagang, selama masa perbaikan berlangsung.

Nurrahmani menargetkan seluruh penanganan dapat diselesaikan sebelum akhir Januari. Ia juga mengimbau pengunjung agar mematuhi informasi dan rambu yang telah dipasang di area pasar. “Kami berharap 31 Januari ini sudah selesai semua, dan kami minta kerja sama pedagang serta pengunjung agar situasi tetap aman,” pungkasnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
#hujan #tempias #pedagang #dinas perdagangan #Pasar Pagi Samarinda