KALTIMPOST.ID-Pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Samarinda resmi memasuki tahap groundbreaking sebagai bagian dari agenda nasional penguatan akses pendidikan.
Meski pekerjaan fisik telah mulai berjalan sejak beberapa pekan lalu, peresmian secara nasional baru dilaksanakan dan dipusatkan pada hari ini, Senin (12/1).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda Asli Nuryadi menyebutkan bahwa kontrak pembangunan sekolah rakyat (SR) di Samarinda sebenarnya telah ditandatangani beberapa pekan sebelumnya.
Namun, groundbreaking ini menjadi penanda resmi dimulainya proyek tersebut secara nasional.
“Kalau secara teknis, teman-teman sudah mulai bekerja. Tapi resminya secara nasional hari ini Seperti yang kita lihat di lapangan, pekerjaan memang sudah berjalan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat Samarinda dibangun dengan nilai anggaran sekitar Rp 247 miliar.
Anggaran tersebut mencakup pembangunan sejumlah fasilitas utama dan penunjang, mulai gedung sekolah hingga sarana pendukung lainnya.
“Angkanya kurang lebih Rp 247 miliar. Tadi kami lihat di layar ada beberapa bangunan, termasuk masjid, lapangan bola, dan fasilitas lainnya. Ini di luar mebelernya,” jelasnya.
SR yang dibangun di Samarinda mencakup jenjang pendidikan lengkap, mulai SD hingga SMA.
Asli menyebut, Samarinda menjadi salah satu daerah yang masuk dalam daftar prioritas pembangunan fisik SR secara nasional.
“Dari sekitar 114 sekolah yang mulai pekerjaan fisiknya, salah satunya Samarinda. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi kita,” terangnya.
Ia menambahkan, seluruh pembiayaan pembangunan bersumber dari pemerintah pusat melalui Kementerian PU.
Sementara Pemkot Samarinda berperan sebagai penerima manfaat dan pendukung, khususnya dalam penyediaan lahan.
“Penganggarannya semua dari pusat. Operasionalnya juga dari Kemensos, mulai makan, laptop hingga pakaian, semuanya disiapkan,” tutupnya. (rd)
DENNY SAPUTRA
@dennysaputra46
Editor : Romdani.