Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Insinerator Belum Beroperasi, DLH Samarinda Sebut Masih Uji Coba

Denny Saputra • Jumat, 16 Januari 2026 | 17:58 WIB

 

SIAP PAKAI: Salah satu titik insinerator di kecamatan Samarinda Ulu, tepatnya eks TPA Bukit Pinang.
SIAP PAKAI: Salah satu titik insinerator di kecamatan Samarinda Ulu, tepatnya eks TPA Bukit Pinang.

SAMARINDA - Sekitar tujuh titik insinerator yang telah dibangun di Samarinda belum dapat dioperasikan penuh. Meski pelatihan calon operator telah dilakukan beberapa waktu lalu, sejumlah penyesuaian teknis masih diperlukan sebelum fasilitas pengolahan sampah tersebut dijalankan. Uji coba berulang menjadi tahapan krusial untuk memastikan insinerator beroperasi sesuai standar dan minim dampak lingkungan.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda Suwarso menjelaskan pelatihan operator telah dilakukan sebelumnya dengan melibatkan vendor Wisanggeni Generasi 7. Pelatihan tersebut mencakup pengenalan sistem kerja insinerator hingga simulasi awal pengoperasian alat.

“Setelah pelatihan Jumat pekan lalu, ternyata dalam praktik perlu dilakukan uji coba berulang karena ada penyesuaian teknis pada bangunan insinerator,” ujarnya, Jumat (16/1).

Menurut Suwarso, struktur dinding bangunan insinerator dilengkapi sistem pendingin berbahan semen yang harus benar-benar kering sebelum alat dioperasikan optimal. Proses pengeringan ini penting untuk mengurangi dan meminimalkan potensi asap saat pembakaran.

“Kurang lebih diperlukan waktu sekitar satu minggu untuk uji coba awal sekaligus memastikan tidak ada kebocoran asap,” jelasnya.

Ia menyebutkan uji coba tahap pertama masih dilakukan pada suhu 300 hingga 400 derajat celsius. Setelah kondisi bangunan dan alat dinyatakan stabil, suhu pembakaran akan dinaikkan secara bertahap hingga mencapai standar di atas 800 derajat celsius.

“Targetnya pembakaran maksimal tapi asap bisa ditekan seminimal mungkin,” terangnya.

Uji coba insinerator telah mulai dilakukan di beberapa lokasi, di antaranya kawasan Polder dan Lok Bahu, Jalan Nusyirwan Ismail. Selanjutnya, pengujian akan bergerak bertahap ke titik lain seperti Jalan Wanyi, Lempake, dan Bukit Pinang.

“Tidak serentak, tapi kami lakukan bergiliran sambil evaluasi,” singkatnya.

Sementara itu, masih ada tiga titik insinerator yang belum dirakit sepenuhnya, salah satunya di Loa Janan Ilir yang terkendala akses pengangkutan alat. Dari sisi SDM, kebutuhan operator mencapai sekitar 72 orang, sementara yang siap bertugas baru sekitar 24 orang. “Kami masih buka pendaftaran dan memprioritaskan yang berpengalaman di penanganan sampah atau mesin sederhana,” tutupnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
#DLH #dinas lingkungan hidup #insinerator