Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kejar RBRA Utama, Pemkot Samarinda Benahi Taman Cerdas  

M Hafiz Alfaruqi • Jumat, 30 Januari 2026 | 16:54 WIB

 

Kepala DP2PA Kota Samarinda, Ibnu Araby.
Kepala DP2PA Kota Samarinda, Ibnu Araby.
 

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Pemerintah Kota Samarinda terus memacu pembenahan fasilitas Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) di Taman Cerdas, Jalan S Parman. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar simulasi kebencanaan dan kerja bakti lintas organisasi perangkat daerah (OPD), Jumat (30/1/2026).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Kota Samarinda, Ibnu Araby mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut hasil audit dan evaluasi tim auditor Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) pada 24–27 November 2025 lalu.

“Dari hasil audit, ada beberapa catatan terkait kelengkapan sarana dan fasilitas di Taman Cerdas. Nilai yang harus kita penuhi itu 504 poin agar masuk kategori RBRA utama,” ujarnya, Jumat (30/1).

Saat audit dilakukan, sejumlah fasilitas belum memenuhi angka tersebut. Karena itu, Pemkot Samarinda diberi waktu hingga 31 Januari 2026 untuk melengkapi seluruh persyaratan sebelum dilakukan evaluasi lanjutan di tingkat kementerian.

“Kami sudah beberapa kali rapat koordinasi, mulai 5 Desember, 15 Desember, hingga 20 Januari. Setelah paparan ke Wali Kota, arahan beliau jelas, target RBRA utama harus dikejar dan seluruh OPD diminta mendukung,” kata Ibnu.

Sejak pertengahan pekan ini, DP2PA bersama OPD terkait melakukan pembenahan fisik di kawasan Taman Cerdas. Mulai dari pengecatan kursi beton dan alat permainan, menumpulkan sudut-sudut tajam, menutup baut terbuka, hingga penambahan vegetasi dan pembaruan tempat sampah.

“DLH membantu penataan lingkungan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian membuat rak hidroponik, Disdikbud menyiapkan mading, PUPR memfasilitasi sarana prasarana, dan OPD lainnya ikut terlibat,” jelasnya.

Selain pembenahan fisik, salah satu persyaratan penting penilaian RBRA adalah pelaksanaan simulasi kebencanaan yang melibatkan anak-anak dan forum anak. Simulasi tersebut memiliki bobot penilaian yang cukup besar.

“Hari ini kita laksanakan simulasi kebencanaan bersama OPD dan forum anak. Ini bagian penting dari penilaian RBRA,” ujarnya.

Dalam simulasi tersebut, anak-anak dan staf dan aparatur dilatih menghadapi potensi bencana banjir dan longsor, seiring masuknya musim hujan di Samarinda. Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi kesiapsiagaan bencana sejak dini.

Ibnu menambahkan, seluruh hasil kegiatan dan kelengkapan sarana akan dilaporkan melalui borang penilaian RBRA yang diunggah ke Kementerian PPA. “Borang ini akan kami unggah dalam waktu satu minggu ke depan. Setelah itu, tim kementerian akan melakukan evaluasi lanjutan untuk memastikan kondisi di lapangan sesuai dengan laporan,” pungkasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#Kota Samarinda #DP2PA Samarinda #Ibnu Araby