Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

“Menata Hati” Dipadati Ribuan Warga Samarinda, Ustaz Hilman Fauzi Ajak Berdamai dengan Masa Lalu

M Hafiz Alfaruqi • Senin, 2 Februari 2026 | 05:00 WIB
MENATA HATI: Ribuan jemaah mengikuti Menata Hati Samarinda bersama Ustaz Hilman Fauzi di Ballroom Hotel Mercure Samarinda, Minggu (1/2). HAFIZ/KP
MENATA HATI: Ribuan jemaah mengikuti Menata Hati Samarinda bersama Ustaz Hilman Fauzi di Ballroom Hotel Mercure Samarinda, Minggu (1/2). HAFIZ/KP

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Ribuan jemaah memadati Ballroom Hotel Mercure Samarinda dalam kegiatan Menata Hati Samarinda bersama Ustaz Hilman Fauzi, Minggu (1/2).

Kegiatan yang dikemas dalam tiga sesi itu diikuti sekitar 1.700 peserta per sesi, atau total mencapai kurang lebih 5 ribu orang.

Pada sesi pertama, Ustaz Hilman mengangkat tema Belajar Menerima Takdir. Mereka yang hadir rata-rata adalah muda-mudi diajak memahami bahwa takdir bukan untuk disesali, melainkan diterima dengan lapang dada sebagai bagian dari rencana Allah SWT.

Sesi kedua dilanjutkan dengan tema Menyembuhkan Luka Hati, yang menekankan pentingnya memulihkan diri dari rasa kecewa dan luka batin yang kerap membelenggu kebahagiaan.

Sesi ketiga menjadi penutup sekaligus puncak kegiatan dengan tema Berdamai dengan Masa Lalu. Dalam sesi tersebut, Ustaz Hilman mengajak jemaah merenungi makna waktu. “Yang paling dekat dengan diri kita adalah kematian, dan yang paling jauh dari diri kita adalah masa lalu,” ujarnya.

Dia menegaskan, masa lalu bukan untuk disesali apalagi terus digelisahkan. “Masa lalu biarlah berlalu, sudah usai, biarlah selesai. Orang yang tidak akan bahagia adalah mereka yang terus menggelisahkan masa lalunya dan mengkhawatirkan masa depannya,” tuturnya di hadapan ribuan jemaah.

Menurutnya, masa lalu bukan untuk dilupakan, melainkan diambil pelajaran, agar kehidupan ke depan menjadi lebih baik. “Tidak penting seberapa pahit masa lalumu, yang lebih penting seberapa manis pelajaran yang bisa kamu ambil darinya. Bukan melupakan, tapi cukup berdamai dengan semua keadaan,” kata Ustaz Hilman.

Dalam upaya berdamai dengan masa lalu, Ustaz Hilman menyampaikan konsep 3T, yakni tadzakkur, tasyakkur, dan tashobbur.

Tadzakkur dimaknai sebagai upaya mengingat Allah SWT dan menutup semua peristiwa masa lalu karena Allah. Dia mengutip QS Ar-Ra’du ayat 28 tentang ketenangan hati dengan mengingat Allah SWT.

Tasyakkur atau bersyukur, menurutnya adalah kunci melihat kegagalan dari sudut pandang hikmah. “Kadang kegagalan pada satu hal justru cara Allah menyelamatkan kita dari sesuatu yang tidak baik,” ujarnya.

Sementara Tashobbur dimaknai sebagai kesabaran karena Allah SWT. Ustaz Hilman menekankan bahwa sabar bukan berarti diam, tetapi terus bergerak di jalan kebaikan. “Mulai perbaiki hubunganmu dengan Allah SWT, Allah akan perbaiki hubunganmu dengan dunia,” kata Ustaz Hilman.

Dia menutup dengan pesan reflektif, kesenangan dan kesedihan di dunia bersifat sementara. “Bukan kesabaran jika masih punya batas, dan bukan keikhlasan jika masih terasa sakit. Senanglah sekedarnya, sedihlah sewajarnya. Pada akhirnya semua akan kembali kepada Allah SWT yang hakiki,” pungkasnya.

Suasana haru turut mewarnai kegiatan Menata Hati Samarinda. Tak sedikit audiens yang sedih, terharu, hingga meneteskan air mata saat Ustaz Hilman Fauzi menyampaikan tausiah, pesan kehidupan, serta pengalaman-pengalaman yang menyentuh batin. Penyampaian yang sederhana dan penuh makna membuat jemaah larut dalam renungan diri, meski tetap diselingi candaan ringan yang menghangatkan suasana. (*)

Editor : Dwi Restu A
#Menata hati #Hilman Fauzi #samarinda