Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Deforestasi di Lok Bahu Diduga Bikin Banjir Jalan Jalan Ramania 2 Makin Tinggi

Denny Saputra • Senin, 2 Februari 2026 | 16:34 WIB
GANGGUAN: Beberapa kendaraan terlihat berhati-hati melintasi genangan air di Jalan Ramania 2 Kelurahan Lok Bahu, Senin (2/2).
GANGGUAN: Beberapa kendaraan terlihat berhati-hati melintasi genangan air di Jalan Ramania 2 Kelurahan Lok Bahu, Senin (2/2).

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA- Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Samarinda, Senin (2/2) dini hari, memicu banjir di sejumlah titik. Salah satu genangan terpantau di Jalan Ramania 2 RT 13, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, dengan ketinggian air berkisar 15 hingga 30 sentimeter. Akses jalan sempat terganggu, meski masih bisa dilalui kendaraan dengan kehati-hatian.

Genangan air yang meluber dari drainase menutup badan jalan mengganggu akses penghubung Jalan M Said-Jalan Nusyirwan Ismail. Kondisi tersebut disebut bukan kejadian pertama. Warga mengeluhkan banjir yang kian sering terjadi dalam beberapa bulan terakhir, terutama saat hujan berdurasi panjang dengan intensitas tinggi.

Lurah Lok Bahu Saipul Anuar, mengungkapkan banjir di kawasan tersebut diduga kuat dipicu oleh berkurangnya area resapan air akibat maraknya pembukaan lahan untuk kavling permukiman. Aktivitas pengupasan lahan di kawasan perbukitan sekitar Jalan Ramania disebut berdampak langsung terhadap aliran air menuju wilayah permukiman di bawahnya.

“Beberapa bulan terakhir, terutama di Ramania 2 dan 3, ketinggian airnya makin naik. Salah satunya karena banyak pengaplingan kiri dan kanan, sehingga sedimen mengendap di parit-parit,” jelasnya, Senin (2/2).

Ia menyebut pihak kelurahan bersama tim Dinas PUPR dan Tim Hantu Banyu telah melakukan pengurasan saluran drainase, medio 2025 lalu. Namun, kapasitas parit yang relatif kecil membuat air cepat meluap saat hujan deras. “Parit di Jalan Ramania 2 itu memang kecil. Warga RT 13 sudah mengusulkan pelebaran melalui rembuk warga dan Musrenbang. Dari kelurahan juga sudah kami input ke SIPD dan ajukan ke Musrenbang tingkat kota,” tegasnya.

“Bahkan di depan Gang Alexandria itu juga terjadi penyempitan drainase. Nantinya akan dibangun ulang lewat dana Pro Bebaya,” sambungnya.

Selain penanganan drainase, kelurahan juga melakukan peneguran terhadap aktivitas pembukaan lahan di RT 27, kawasan Jalan Ramania 3 serta di Gang Alexandria. Peninjauan lapangan dilakukan untuk memastikan aliran air dari lokasi pengupasan lahan tidak mengarah langsung ke permukiman.

“Kami sudah turun ke lokasi dan meminta aktivitas pengupasan dihentikan sementara. Harapan kami, sebelum membuka lahan, pemilik mengurus izin terlebih dahulu dan memperjelas ke mana aliran airnya, supaya tidak semuanya lari ke pemukiman warga,” tegas Saipul.

Meski demikian dirinya mengaku tidak bisa berbuat banyak karena wewenang pengawasan lingkungan maupun kesesuaian tata guna lahan bukan menjadi ranah pihak kelurahan. Dirinya juga tidak bisa mencegah terjadinya deforestasi area gunung yang dikeruk maupun area rawa yang urug sehingga tak lagi bisa menjadi area resapan. “Yah kami hanya sebatas mengawasi dan menegur saja,” pungkasnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
#pembukaan lahan #Lurah Lok Bahu Saipul Anuar #banjir di lok bahu