KALTIMPOST.ID, SAMARINDA- Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda merespons langkah pedagang Pasar Pagi yang memasang terpal dan paranet secara mandiri untuk mengantisipasi tempias hujan. Upaya tersebut diketahui telah dilaporkan pedagang kepada pihak pengelola pasar dan dinilai sebagai solusi sementara.
Meski demikian, Disdag memastikan penanganan permanen segera dilakukan dalam waktu dekat. Saat ini, prosesnya masih menunggu persetujuan atau lampu hijau dari Wali Kota Samarinda, Andi Harun, terkait desain dan teknis pengerjaan.
Kepala Dinas Perdagangan Samarinda Nurrahmani mengatakan pemasangan terpal dan paranet oleh pedagang tidak menjadi persoalan karena sifatnya sementara dan dapat dilepas kembali sewaktu-waktu.
“Soal terpal dan paranet yang dipasang pedagang itu tidak apa-apa, aman saja, karena memang bisa dilepas. Itu kan solusi sementara sambil menunggu penanganan permanen,” ujarnya, Senin (2/2).
Ia menjelaskan, pihaknya telah bertemu dengan kontraktor untuk mengondisikan rencana penanganan kawasan yang terdampak tempias hujan. Desain penanganan disebut sudah rampung, namun masih perlu dikonsultasikan dengan Wali Kota Samarinda sebelum dieksekusi.
“Desainnya sebenarnya sudah fix, tapi ada masukan agar desain dan penempatan material itu dipresentasikan dulu ke Pak Wali Kota. Kalau sudah disetujui, langsung kita kerjakan,” jelas Yama (sapaan akrab Nurrahmani).
Penanganan permanen yang direncanakan meliputi pemasangan dinding pelindung di area terbuka pasar yang rawan tempias. Konsep dinding tersebut dibuat fleksibel, dapat dibuka dan ditutup, sehingga tidak mengganggu sirkulasi udara maupun estetika bangunan.
“Dindingnya nanti bukan menutup total, konsepnya seperti jendela geser, bisa dibuka-tutup. Jadi dibuat permanen tapi tetap terbuka, tidak menghambat sirkulasi udara,” terangnya.
Selain itu, rencana penataan juga mencakup perbaikan akses tangga, pagar pengaman area rooftop, serta pengendalian tempias di sisi Jalan Pandai dan Jalan Tumenggung. Intinya desain penanganan tidak mengganggu estetika dan tidak menambah beban bangunan.
“Kalau desain sudah disetujui, pengerjaan bisa langsung dilakukan di semua lantai yang terdampak tempias,” pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani