KALTIMPOST.ID, SAMARINDA- Perumda Varia Niaga terus mematangkan pengelolaan Bebaya Kos Syariah yang dibangun Pemerintah Kota Samarinda di Jalan Perjuangan, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara. Lokasinya dinilai strategis karena berada di sekitar sejumlah kampus ternama seperti Universitas Mulawarman (Unmul), STMIK Widya Cipta Dharma (Wicida), dan Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM).
Direktur Utama Perumda Varia Niaga Syamsuddin Hamade, mengatakan kos tersebut dirancang sebagai kos putri dengan sistem syariah. Meski demikian, konsep syariah yang diterapkan tidak membatasi latar belakang agama penyewa. “Ini kos syariah, tapi bukan berarti hanya muslimah saja yang boleh. Nonmuslim juga boleh, hanya saja sistem pengelolaannya yang syariah,” ujarnya dikonfirmasi, Senin (2/2).
Kos Syariah tersebut memiliki total 50 kamar dan saat ini tingkat okupansinya telah melampaui 60 persen. Menurut Syamsuddin, capaian tersebut terbilang positif mengingat operasional dimulai di luar momentum tahun ajaran baru mahasiswa. “Sekarang sudah lebih dari 60 persen terisi. Ini sekaligus jadi bahan evaluasi dan penguatan pola kerja sama ke depan untuk mendukung peningkatan PAD,” jelasnya.
Skema kerja sama yang diterapkan berupa pemanfaatan aset Pemkot dengan pembagian hasil yang telah dipetakan sebelumnya. Dari laba bersih, porsi 60 persen menjadi hak Pemkot Samarinda, sementara 40 persen dikelola Varia Niaga. Namun dari porsi Varia Niaga tersebut, 30 persen laba bersih perusahaan juga wajib disetor kembali sebagai PAD.
“Artinya dari 40 persen itu, 30 persennya juga kembali lagi ke PAD. Simulasi skema ini mulai kita terapkan sekitar akhir Oktober 2025 lalu,” terangnya.
Dia menerangkan, Bebaya Kos Syariah ini dibanderol dengan tarif sewa berkisar Rp 2 juta hingga Rp 2,3 juta per bulan. Fasilitas yang disediakan meliputi kamar ber-AC, kamar mandi dalam, kasur dan lemari, musala besar, working space, dapur umum di setiap lantai, laundry, hingga area berkumpul. Kawasan ini juga akan terintegrasi dengan Bebaya Mart yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan harian penghuni.
“Keamanannya juga kami terapkan ketat, security perempuan, tamu dibatasi, teknisi pun harus izin manajemen. Ini solusi bagi orang tua yang ingin anaknya tinggal di lingkungan aman dan terkontrol,” tutupnya. (*)
Editor : Ismet Rifani