KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Air pasang Sungai Mahakam yang bersamaan dengan hujan deras kembali menggenangi sejumlah wilayah di Samarinda.
Salah satu titik terdampak berada di Jalan Harun Nafsi, Kelurahan Rapak Dalam, Kecamatan Loa Janan Ilir. Genangan air bahkan merendam fasilitas pendidikan, termasuk SMA 4 Samarinda.
Analis Kebencanaan BPBD Samarinda Hamzah Umar mengatakan, dari data laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Samarinda, genangan terjadi akibat tingginya pasang Sungai Mahakam yang berbarengan dengan intensitas hujan cukup deras sejak Subuh hingga pagi. Kondisi tersebut membuat air tidak dapat mengalir dengan lancar, terutama di wilayah yang memiliki kontur cekungan.
“Pada saat hujan terjadi, posisi air Sungai Mahakam masih dalam kondisi pasang. Akibatnya, air tidak bisa turun lebih cepat dan menggenangi beberapa titik, termasuk di Rapak Dalam dan Jalan Harun Nafsi,” ujar Hamzah, Selasa (3/2).
Wilayah Rapak Dalam memang termasuk kawasan yang cukup sering terendam ketika pasang sungai dan hujan datang bersamaan. Hingga pagi, sejumlah titik di Loa Janan Ilir masih terendam karena air sulit surut.
Sebagai langkah penanganan, BPBD Samarinda menurunkan personel ke lokasi terdampak dan mengirimkan bantuan perahu untuk membantu aktivitas warga. Perahu tersebut diserahkan kepada relawan Kelurahan Tangguh Bencana (Katana) yang telah terbentuk di wilayah tersebut.
“Kami menurunkan personel dan mengirimkan perahu untuk membantu warga beraktivitas. Relawan Katana di kelurahan kami fasilitasi agar bisa membantu masyarakat,” jelasnya.
Selain fasilitas pendidikan, genangan air juga merendam rumah warga serta sejumlah fasilitas umum, seperti lapangan sepak bola dan fasilitas lainnya. Meski warga setempat disebut sudah terbiasa dengan kondisi banjir pasang, BPBD tetap berupaya meminimalkan dampak yang ditimbulkan.
BPBD juga mengimbau masyarakat di wilayah rawan banjir untuk mengamankan dokumen dan surat-surat berharga. Pasalnya, kondisi pasang Sungai Mahakam saat ini masih tergolong tinggi.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rendah dan dekat dengan bantaran Sungai Mahakam, agar lebih waspada. Jika memungkinkan, rumah ditinggikan untuk mengurangi dampak genangan,” pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A