Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

FKM Unmul Gandeng Industri, Perkuat Ekosistem K3 Lewat Rangkaian Bulan K3 2026

Nasya Rahaya • Kamis, 5 Februari 2026 | 19:50 WIB

 

Tim Departemen K3 FKM Unmul memberikan pelatihan pertolongan pertama dan CPR kepada siswa SMA dalam program K3 Goes to School di Kutai Kartanegara, sebagai bagian edukasi keselamatan sejak usia dini.
Tim Departemen K3 FKM Unmul memberikan pelatihan pertolongan pertama dan CPR kepada siswa SMA dalam program K3 Goes to School di Kutai Kartanegara, sebagai bagian edukasi keselamatan sejak usia dini.
 

SAMARINDA — Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman (FKM Unmul) memperkuat kolaborasi dengan dunia industri melalui rangkaian kegiatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) 2026.

Mengusung tema nasional Membangun Ekosistem Pembinaan dan Pelayanan K3 Nasional yang Inklusif, Kolaboratif, dan Berkelanjutan, berlangsung di FKM Unmul, pada Kamis (5/2). Kegiatan ini menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan sektor usaha.

Rangkaian kegiatan diawali dengan program K3 Goes to School di sejumlah SMA di Kabupaten Kutai Kartanegara. Tim Departemen K3 FKM Unmul memberikan edukasi pertolongan pertama serta pelatihan Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) kepada siswa. Program ini bertujuan membangun kesadaran keselamatan sejak usia sekolah sekaligus membekali generasi muda dengan keterampilan dasar penyelamatan nyawa.

Agenda dilanjutkan melalui Company Goes to Campus di lingkungan FKM Unmul bekerja sama dengan PT Antareja Mahada Makmur (PT AMM). Kegiatan ini dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai bentuk komitmen kolaborasi berkelanjutan di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat pada sektor K3.

Dekan FKM Unmul, Prof. Iwan M Ramdan, menegaskan tantangan K3 tidak dapat diselesaikan oleh satu sektor saja. “Pembangunan K3 yang inklusif dan berkelanjutan membutuhkan kolaborasi nyata antara perguruan tinggi dan dunia industri. Kampus berperan menyiapkan SDM yang kompeten, sementara industri menjadi ruang praktik penerapan K3 yang sesungguhnya,” ujarnya.

Menurutnya, kerja sama tersebut juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa agar memahami persoalan K3 secara komprehensif, mulai dari aspek teknis hingga kepemimpinan dan kebijakan.

Selain penandatanganan MoU, kegiatan Company Goes to Campus turut diisi seminar K3. Sejumlah praktisi dan akademisi hadir sebagai narasumber membahas isu strategis keselamatan kerja.

Salah satunya yakni Andhika Dian R. memaparkan pentingnya Emergency Response Plan (ERP) sebagai bagian dari kesiapsiagaan organisasi. “ERP bukan sekadar dokumen administratif, tetapi harus menjadi sistem hidup yang dipahami dan dilatih secara berkala oleh seluruh pekerja,” jelasnya.

Sementara itu, praktisi lainnya yakni dr. Multazam menyoroti persoalan Tuberkulosis (TBC) dan HIV di lingkungan kerja yang masih menjadi tantangan kesehatan kerja nasional. “Tempat kerja memiliki peran strategis dalam pencegahan TBC dan HIV melalui deteksi dini, edukasi, serta kebijakan yang tidak diskriminatif. Lingkungan kerja yang aman adalah hak semua pekerja,” tegasnya.

Narasumber lain, Agus Amirudin, mengangkat pentingnya kepemimpinan keselamatan (safety leadership) dalam membangun budaya kerja aman. “Melalui penerapan BBC (Believe, Behaviour, Culture), budaya keselamatan yang kuat lahir dari pemimpin yang hadir, konsisten, dan mampu menggerakkan orang lain untuk peduli terhadap keselamatan,” ungkapnya.

Menutup rangkaian kegiatan, Dosen FKM Unmul, Dr. Ida Ayu Indira Dwika Lestari, menegaskan Bulan K3 menjadi momentum refleksi bersama. “Melalui Bulan K3 ini, FKM Unmul ingin menunjukkan bahwa keselamatan adalah tanggung jawab semua pihak. Dari sekolah, kampus, hingga industri, kita perlu bergerak bersama untuk melindungi manusia sebagai aset utama pembangunan,” pungkasnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
#Program K3 Nasional #Fakultas Kesehatan Masyarakat #FKM #Universitas Mulawarman #goes to school