KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Ratusan calon jamaah haji (calhaj) asal Samarinda mengikuti vaksinasi massal sebagai bagian dari persyaratan keberangkatan haji tahun 2026.
Kegiatan ini digelar di Puskesmas Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang, Senin (9/2). Kota Samarinda sendiri memperoleh kuota sebanyak 1.025 orang calon jamaah haji pada musim haji mendatang.
Pelaksanaan vaksinasi dilakukan secara bertahap untuk memastikan seluruh jamaah terlayani dengan baik. Pada hari pertama, Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda memfokuskan vaksinasi bagi sebagian jamaah yang telah dinyatakan siap secara administrasi dan kesehatan. Sementara itu, jamaah lainnya dijadwalkan mengikuti vaksinasi lanjutan pada hari Rabu mendatang.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Samarinda, dr Nata Siswanto, menjelaskan bahwa vaksinasi merupakan syarat wajib bagi jamaah haji sebelum memasuki wilayah Arab Saudi.
Oleh karena itu, seluruh calon jamaah dikumpulkan untuk memastikan pemenuhan ketentuan kesehatan tersebut. “Ini jadi salah satu syarat wajib. Diberikan secara gratis,” ungkapnya.
Selain vaksinasi, pemeriksaan kesehatan jamaah haji sebelumnya telah dilakukan di masing-masing puskesmas. Dari hasil pemeriksaan, sebagian besar jamaah dinyatakan siap berangkat.
Untuk vaksin yang disediakan pemerintah, jamaah haji mendapatkan vaksin meningitis sebagai vaksin wajib. Di sisi lain, Dinkes Samarinda juga menganjurkan vaksin influenza sebagai langkah pencegahan tambahan, mengingat risiko penularan penyakit saluran pernapasan selama menjalankan ibadah haji.
“Kami berikan opsi tambahan, namun ini berbayar,” singkatnya.
Terkait Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), Dinkes Samarinda memastikan hingga saat ini tidak ditemukan efek samping berat. Seluruh potensi keluhan telah diantisipasi oleh petugas kesehatan yang bersiaga di lokasi vaksinasi.
“Untuk hari ini kita kumpulkan sekitar 350 calon jamaah haji untuk divaksin, sementara sisanya akan dilaksanakan pada hari Rabu di Gedung PKK, dan sejauh ini KIPI yang muncul hanya ringan seperti nyeri atau bengkak di bekas suntikan, sehingga jika ada keluhan jamaah diminta segera melapor,” pungkasnya. (*)
Editor : Duito Susanto