SAMARINDA- Kondisi cuaca di Samarinda kian sulit diprediksi dalam beberapa pekan terakhir. Hujan turun dengan intensitas berbeda di sejumlah wilayah, memicu kekhawatiran warga akan potensi genangan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Samarinda pun merilis prakiraan terbaru untuk 10 hari ke depan.
Prakirawan BMKG Samarinda, Abil, menjelaskan bahwa curah hujan dasarian pada 11–20 Februari diperkirakan berada pada kategori menengah. Angkanya berkisar 50 hingga 110 milimeter, dengan sifat hujan tergolong normal. “Untuk prakiraan 10 hari ke depan, curah hujan dasariannya kategori menengah sekitar 50–110 milimeter. Sifat hujannya juga normal, 85 sampai 115 persen seperti pada umumnya,” jelasnya.
Berdasarkan analisis 10 hari sebelumnya, curah hujan di Samarinda tercatat antara 58 hingga 142 milimeter. Wilayah dengan curah hujan tertinggi berada di bagian tengah dan utara kota, seperti Temindung dan Sungai Siring. “Yang paling rendah dalam 10 hari lalu itu di Samarinda Seberang, sekitar 58 milimeter. Sementara yang tertinggi banyak terjadi di wilayah tengah dan utara,” ungkapnya.
Untuk 10 hari ke depan, sebaran hujan diperkirakan relatif merata dengan kategori yang sama, yakni menengah. Secara umum, Samarinda dan wilayah Kalimantan Timur masih berada dalam periode musim hujan. “Untuk saat ini Kaltim, khususnya Samarinda, masih mengalami musim hujan dan diperkirakan berlangsung sampai Mei 2026. Intensitasnya dinamis, tergantung dinamika atmosfer,” sebutnya.
BMKG juga memastikan bahwa untuk Februari ini tidak ada lonjakan ekstrem. “Untuk bulan ini prakiraan kami menengah saja, sekitar 50 sampai 150 milimeter,” tutupnya. (*)
Editor : Ismet Rifani