KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Aksi pencurian komponen jembatan kembali terjadi di Samarinda. Puluhan baut di Jembatan Perniagaan, akses menuju Pasar Segiri sisi Kecamatan Sungai Pinang, dilaporkan hilang. DPUPR Samarinda langsung turun melakukan pengecekan dan menyiapkan perbaikan.
Tim UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan melakukan inspeksi lapangan pada Rabu (12/3) setelah menerima laporan dari masyarakat dan beredarnya video di media sosial. Dari hasil pengecekan awal, sejumlah baut di sisi bawah konstruksi diketahui telah raib.
Kepala UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan DPUPR Samarinda Hendra Gunawan mengatakan, informasi awal diterima dari grup internal setelah ada laporan kehilangan baut.
“Memang sudah dua atau tiga hari lalu kami dapat laporan itu, pas kami cek ternyata sisi bawahnya yang hilang, dan sesuai video yang viral memang ada beberapa yang tidak terpasang,” ujarnya, dikonfirmasi, Kamis (12/2).
Ia memastikan secara umum kondisi jembatan masih aman dilintasi. Namun, langkah cepat tetap dilakukan untuk mencegah dampak lanjutan terhadap struktur bangunan.
Menurut Hendra, pihaknya segera melakukan pemasangan kembali baut yang hilang sebagai tindakan protektif. “Sementara untuk tanggap cepatnya kami pasang kembali supaya tidak ada kejadian yang lebih parah, khawatirnya ada penurunan atau berakibat pada struktur,” jelasnya.
Terkait kemungkinan analisis struktur lebih lanjut, pihaknya akan berkoordinasi dengan pimpinan. Hal itu penting mengingat belum diketahui pasti sejak kapan baut-baut tersebut hilang.
“Kami belum tahu hilangnya sudah berapa lama, nanti coba kami obrolkan lagi ke pimpinan, kalau perlu ada kajian struktur akan kami kaji lagi,” terangnya.
Soal jumlah pasti baut yang hilang dan nilai kerugian, DPUPR belum bisa merinci. Pemeriksaan lanjutan akan dilakukan dalam dua hingga tiga hari ke depan untuk memastikan jumlah dan dampaknya.
“Nanti kami coba cek lagi lebih dalam untuk jumlah dan nilai kerugiannya, sekaligus mencari solusi agar tidak ada lagi akses orang masuk ke bawah jembatan, apakah perlu pagar atau langkah lain,” pungkasnya. (*)
Editor : Duito Susanto