KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, Pemkot Samarinda bergerak cepat. Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri bersama forkopimda dan perangkat daerah terkait turun inspeksi mendadak (sidak) bahan pokok dan barang penting (bapokting), Kamis (12/2).
Beberapa titik yang dikunjungi antara lain SPBU Pertamina 64.751.14 di Jalan Urip Sumoharjo, serta Toko Dermaga di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Samarinda Kota, yang merupakan distributor beras di Samarinda.
Di lokasi tersebut, Saefuddin memastikan takaran bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar, masih dalam ambang batas aman. Pengecekan dilakukan dengan melihat langsung hasil pengukuran serta kondisi segel mesin pengisian.
“Kalau kami lihat, isinya masih di ambang batas aman. Memang ada selisih kecil, tapi itu wajar karena faktor teknis. Tidak ada perubahan atau akal-akalan. Segel mesin pengisian BBM juga aman,” tegasnya, Kamis (12/2).
Selisih atau deviasi kecil dalam pengisian merupakan hal yang lazim terjadi secara teknis. Namun, hasil pengecekan menunjukkan angka deviasi sangat kecil dan masih sesuai ketentuan.
Menanggapi adanya laporan kecurigaan warga terkait takaran solar, Saef memastikan SPBU yang diperiksa tidak ditemukan pelanggaran. “Yang kami cek aman. Tidak ada masalah. Selisihnya sangat kecil, nol koma sekian, dan itu masih batas wajar,” ujarnya.
Selain BBM, sidak juga menyasar elpiji 3 kilogram di SPBU tersebut. Saefuddin mengakui masih ditemukan selisih berat pada tabung kosong. Dia meminta pengelola melakukan penimbangan ulang terhadap tabung berisi untuk memastikan beratnya sesuai ketentuan.
“Tadi sudah saya sampaikan, kalau sudah terisi tolong ditimbang dan didokumentasikan. Pastikan benar-benar 3 kilo atau sesuai ketentuan. Yang 5 kilo juga begitu. Tapi secara umum aman,” kata Saefuddin.
Pemantauan juga dilakukan terhadap stok beras dan gula. Di Toko Dermaga sebagai distributor beras, rombongan mendapati adanya kendala pasokan dari luar pulau akibat faktor cuaca dan gelombang tinggi.
“Biasanya satu kapal bisa membawa tiga kontainer, sekarang hanya satu demi keselamatan pelayaran. Tapi kami minta distributor menambah kuota kiriman untuk Samarinda,” jelasnya.
Meski ada kendala distribusi, Saef memastikan masih sesuai harga eceran tertinggi (HET) dan belum ada lonjakan signifikan. “Kalau kenaikan harga, tadi kita cek masih sesuai HET,” pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A