Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kasus Keracunan MBG di PPU Jadi Alarm Samarinda, Wali Kota Andi Harun Pastikan Perketat Pengawasan

Denny Saputra • Jumat, 13 Februari 2026 | 19:18 WIB

 

PERHATIAN: Pelaksanaan MBG di berbagai daerah termasuk Samarinda rawan terjadi keracunan sehingga pengawasan harus lebih ditingkatkan.
PERHATIAN: Pelaksanaan MBG di berbagai daerah termasuk Samarinda rawan terjadi keracunan sehingga pengawasan harus lebih ditingkatkan.
 

SAMARINDA - Kasus dugaan keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Penajam Paser Utara (PPU) Rabu (11/2) menjadi peringatan bagi seluruh daerah, termasuk Samarinda. Pemkot Samarinda menegaskan langkah antisipasi dan pengawasan akan diperketat. Evaluasi menyeluruh dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.

Wali Kota Samarinda Andi Harun menyebut program MBG merupakan kegiatan berskala besar dengan kapasitas dapur yang bisa melayani ribuan porsi dalam sehari. Dalam skema sebesar itu, menurutnya, potensi risiko tetap ada sehingga pengawasan harus dilakukan secara berlapis.

“Ini kegiatan besar, satu dapur bisa seribu sampai tiga ribu porsi. Sebagai program baru, kita tidak bisa menutup kemungkinan ada satu dua tempat mengalami kejadian seperti di daerah lain. Tapi yang penting bagaimana memitigasi,” ujarnya, Jumat (13/2).

Ia menegaskan kunci utama pencegahan ada pada kolaborasi lintas sektor. Program MBG merupakan kebijakan prioritas nasional sehingga seluruh unsur harus terlibat aktif, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, hingga mitra penyedia. “Tidak bisa hanya pemkot sendiri,” singkatnya.

Pemkot, kata dia, telah menugaskan Dinas Kesehatan untuk mengawasi aspek keamanan pangan. Namun pengawasan tidak cukup hanya dari sisi kesehatan, melainkan juga kualitas bahan baku, kebersihan peralatan, serta higienitas dapur yang dikelola mitra.

“Termasuk peran masyarakat juga penting dalam pengawasan. Ini harus benar-benar sinergi. Kalau pun kita tidak bisa menghindari sepenuhnya, kita bisa memitigasi dengan belajar dari kejadian di daerah lain,” tegasnya.

Menurutnya, keberhasilan program prioritas presiden itu tidak bisa dibebankan pada satu atau dua pihak saja. “Pengawasan menyeluruh dan tanggung jawab bersama menjadi kunci agar pelaksanaan MBG di Samarinda berjalan aman dan tepat sasaran,” pungkasnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
#pemkot samarinda #keracunan mbg #andi harun