KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Puluhan truk pengangkut batu koral dilaporkan parkir memanjang di dua sisi Jalan Untung Suropati, dari kawasan BIGmall hingga Terminal Sungai Kunjang.
Keberadaan truk yang antre muat material itu dinilai mengganggu arus lalu lintas dan berpotensi memicu kecelakaan akibat aktivitas keluar-masuk kendaraan berat di lokasi tersebut.
Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian dan Ketertiban (Daltib) Dinas Perhubungan Samarinda, Duri, mengaku belum menerima laporan resmi terkait kondisi tersebut.
"Belum, belum ada laporan ke Dishub yang masuk terkait yang di Jalan Untung Suropati itu," ujarnya dikonfirmasi, Senin (16/2).
Berdasarkan pantauan, sekitar kurang lebih 40–50 truk antre untuk memuat batu koral di perusahaan yang berada tak jauh dari kawasan tersebut. Truk-truk itu disebut parkir di bahu jalan sambil menunggu giliran muat.
Menanggapi hal itu, Duri menjelaskan hari ini personel Dishub tengah difokuskan pada pengaturan lalu lintas di dalam kota, terutama menjelang Ramadan. Sejumlah titik mengalami peningkatan aktivitas masyarakat, termasuk kawasan pemakaman di Jalan Panglima Batur, Jalan KH Khalid, dan Jalan Agus Salim.
"Fokus di kota karena menjelang Ramadan banyak warga ziarah. Ada kemacetan di beberapa titik, jadi personel kami arahkan ke sana," jelasnya.
Ia menyebut, keterbatasan jumlah personel menjadi kendala utama. Saat ini, total personel Dishub Kota Samarinda hanya sekitar 87 orang yang harus meng-cover seluruh wilayah.
"Atensi banyak. Di Jalan Sentosa ada, di Palaran ada, di Ring Road juga ada. Personel kami cuma 87 orang. Kalau sampai 300 orang mungkin bisa dibagi tiga shift," kata Duri.
Duri memastikan, apabila laporan resmi sudah masuk ke Dishub dan terdapat waktu longgar, pihaknya akan mengerahkan personel untuk melakukan pengecekan dan penertiban di lokasi tersebut.
"Masukkan saja laporannya. Nanti sore kalau ada waktu, bisa kami gerakkan anggota ke sana. Kami tetap tindaklanjuti," tegasnya.
Dishub mengimbau masyarakat untuk segera menyampaikan laporan resmi agar penanganan dapat diprioritaskan sesuai tingkat urgensi di lapangan. (*)
Editor : Dwi Restu A