SAMARINDA - Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda melakukan pengerukan drainase di kawasan SMP 24, Samarinda Ulu, Selasa (17/2). Langkah ini diambil menyusul potensi banjir dan longsor di wilayah tersebut, terlebih adanya peringatan dini cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait peluang hujan dalam beberapa hari ke depan. Penanganan difokuskan pada titik dengan sedimentasi tinggi yang dinilai paling mendesak.
Kepala BPBD Samarinda didampingi Kabid Kegawatdaruratan dan Logistik Edy Susanto menjelaskan, kawasan SMP 24 dan Gang Julak Gafur di samping sekolah memang kerap terdampak banjir. Bekas lumpur bahkan beberapa kali terlihat menutup akses jalan dan halaman sekolah usai hujan deras.
“Memang beberapa kali di SMP 24 dan gang sampingnya sering kebanjiran. Bekas lumpur juga ada,” ujarnya, dikonfirmasi, Selasa (17/2).
Menurutnya, BPBD sudah berulang kali melakukan pembersihan jalan dan area sekolah akibat lumpur yang terbawa arus banjir. Namun, penanganan kali ini lebih diarahkan untuk melancarkan aliran drainase di satu titik krusial agar air tidak lagi menggenang terlalu lama.
“Selama ini kita lakukan pembersihan jalan dan sekolah akibat banjir dan lumpur. Sekarang kita fokus di titik sedimentasi yang tinggi supaya alirannya lancar,” jelasnya.
Edy Susanto mengakui, selain banjir, potensi longsor juga mengintai karena kontur wilayah yang lebih rendah dan menyerupai cekungan. Kondisi tersebut membuat air mudah terkumpul meski intensitas hujan tidak terlalu tinggi.
“Wilayah di sini seperti mangkuk, jadi hujan sedikit saja bisa banjir. Ada juga potensi longsor karena ada lereng di sekitar lokasi,” tambahnya.
Dalam pengerjaan ini, BPBD menurunkan satu unit ekskavator mini mengeruk sedimentasi pada titik krusial. Penanganan ditargetkan rampung dalam dua hari, sembari berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk pemeliharaan jalur drainase yang lebih panjang.
“Untuk jalur yang lebih panjang nanti dilanjutkan PUPR. Kita tangani dulu titik yang paling urgen ini,” tegasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan