Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Selama Ramadan, Jam Layanan 26 Puskesmas Disesuaikan, Pelayaan Persalinan Tetap 24 Jam

Denny Saputra • Jumat, 20 Februari 2026 | 15:57 WIB

 

KESEHATAN: Penyesuaian jam layanan selama ramadan berlaku di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan, seperti puskesmas di bawah kendali Dinas Kesehatan Samarinda.
KESEHATAN: Penyesuaian jam layanan selama ramadan berlaku di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan, seperti puskesmas di bawah kendali Dinas Kesehatan Samarinda.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Pemkot Samarinda menyesuaikan jam layanan publik selama Ramadan, termasuk pelayanan di 26 puskesmas. Jam pelayanan rawat jalan kini berlangsung Senin–Kamis pukul 08.00–11.00 Wita dan Jumat–Sabtu pukul 08.00–10.00 Wita.

Meski ada penyesuaian, layanan persalinan UGD di sejumlah puskesmas rawat inap tetap buka 24 jam, sementara kondisi darurat bisa mengakses Doctor on Call (DoC) atau PSC 119.

Kepala Dinas Kesehatan Samarinda, dr Ismid Kusasih, menjelaskan perubahan tersebut mengikuti edaran jam kerja Pemkot. Jam masuk tenaga kesehatan tetap pukul 08.00 Wita dengan sistem enam hari kerja.

“Karena puskesmas kita enam hari kerja, maka ada penyesuaian satu jam lebih awal. Tapi jam pendaftaran pasien tetap berjalan sesuai ketentuan,” ujarnya, Jumat (20/2).

Ia menambahkan, sebagian besar puskesmas di Samarinda memang berstatus rawat jalan. Untuk fasilitas rawat inap, layanan tetap berjalan penuh terutama untuk persalinan.

Beberapa puskesmas yang telah atau sedang disiapkan layanan 24 jam antara lain di Baqa, Makroman, Bantuas, Lempake, Sungai Siring, PKM Trauma Center dan Palaran. “Untuk rawat inap memang melihat kebutuhan dan kedekatan dengan rumah sakit,” singkatnya.

Dr Ismid menyebut, tidak ada kewajiban dari Kementerian Kesehatan agar seluruh puskesmas di ibu kota provinsi membuka layanan rawat inap 24 jam. Namun, Pemkot tetap mendorong peningkatan akses layanan secara bertahap.

“Tahun 2026 ini kita akan evaluasi lagi. Intinya meningkatkan akses, mungkin ada tambahan fasilitas yang kita siapkan UGD 24 jam, tentu melihat kekuatan SDM,” jelasnya.

Seluruh puskesmas di Samarinda kini berstatus BLU sehingga memiliki ruang inovasi layanan. Beberapa di antaranya bahkan memperpanjang jam rawat jalan hingga malam hari untuk meningkatkan akses dan kepesertaan masyarakat.

“Dalam waktu dekat kami akan panggil pimpinan puskesmas untuk membahas peningkatan pelayanan ini,” singkatnya

Menghadapi Ramadan, Dinkes juga mengingatkan warga menjaga pola makan dan kesehatan. Jika terjadi kondisi darurat, masyarakat dapat menghubungi layanan DoC melalui 119.

“Walaupun ada efisiensi anggaran, pelayanan dokter on call tetap harus berjalan. Dalam kondisi sangat darurat, silakan tekan 119,” pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#penyesuaian #jam layanan #ramadan #puskesmas #pemkot samarinda #persalinan #rawat inap