Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Diskes Samarinda Genjot Standar Layanan, Lima Fasilitas Kesehatan Masuk Peringkat Teratas

Denny Saputra • Minggu, 22 Februari 2026 | 13:02 WIB

 

RSUD IA Moeis menempati peringkat pertama dalam evaluasi kinerja penyelenggaraan pelayanan publik sepanjang 2025.   
RSUD IA Moeis menempati peringkat pertama dalam evaluasi kinerja penyelenggaraan pelayanan publik sepanjang 2025.  
 

SAMARINDA - Dinas Kesehatan (Diskes) Samarinda terus membenahi kualitas pelayanan publik di sektor kesehatan. Upaya itu berbuah hasil setelah sejumlah fasilitas kesehatan masuk lima besar kinerja terbaik tingkat kota. Penilaian tersebut tertuang dalam Keputusan Wali Kota Samarinda Nomor 000.8/028/HK-KS/I/2026 tentang Hasil Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2025 yang terbit 29 Januari lalu.

Dari total 78 fasilitas pelayanan publik yang dievaluasi, sektor kesehatan mendominasi lima teratas. Posisi pertama diraih RSUD IA Moeis dengan nilai 4,63 kategori A (Pelayanan Prima). Disusul UPTD Puskesmas Palaran (4,45 A-), UPTD Puskesmas Mangkupalas (4,38 A-), UPTD Puskesmas Samarinda Kota (4,36 A-), dan UPTD Puskesmas Sungai Kapih (4,31 A-).

Kepala Diskes Samarinda, dr Ismid Kusasih, menilai capaian itu tak lepas dari penataan standar pelayanan dan tata kelola berbasis kinerja. Menurutnya, penilaian pelayanan publik menjadi wajah evaluasi kinerja pemerintah kota secara keseluruhan.

“Kami harus memenuhi pola dan tata kelola pelayanan publik sesuai standar. Setiap fasilitas kesehatan juga wajib menjalani akreditasi, karena di situ semua unsur dinilai, mulai fisik hingga mutu pelayanan,” ujarnya, dikonfirmasi, Minggu (22/2).

Ia menjelaskan, proses akreditasi menjadi fondasi penting sebelum berbicara inovasi pelayanan. Setelah standar terpenuhi, masing-masing pimpinan fasilitas diberi ruang menghadirkan sentuhan inovatif. “Hal itu, yang membuat layanan semakin adaptif dan kompetitif,” singkatnya.

Ismed mencontohkan RSUD IA Moeis yang sebelumnya juga meraih pengakuan pelayanan terbaik dengan  penghargaan bergengsi dari BPJS Kesehatan sebagai FKRTL Role Model dalam Implementasi dan Pemanfaatan Mobile JKN tahun 2024.

Capaian itu dinilai selaras dengan hasil evaluasi pelayanan publik tingkat kota. “Jadi searah. Ketika standar dan akreditasi terpenuhi, wajar kalau hasilnya baik,” singkatnya.

Meski demikian, evaluasi juga mencatat lima fasilitas dengan nilai terendah. Salah satunya UPTD Puskesmas Lok Bahu di posisi 74 dengan nilai 2,27 kategori C (cukup dengan catatan). Ismed menyebut hasil itu menjadi pemicu pembenahan internal.

“Minimal bisa bertahan bagi yang sudah baik, dan yang masih di bawah harus menjadikannya motivasi untuk memperbaiki diri,” tegasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#Kota Samarinda #RSUD IA Moeis #Ismid Kusasih #dinas kesehatan