KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Jalan tembusan Jalan Sultan Sulaiman Kecamatan Sambutan menuju Jalan Gerilya Kecamatan Sungai Pinang masih menyisakan sejumlah persoalan teknis.
Meski sudah dapat dilintasi kendaraan, sedimentasi dari tebing kerap bergerak ke badan jalan. Dinas PUPR melalui UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan pun rutin melakukan pemantauan di lapangan.
Kepala UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Samarinda Hendra Gunawan menjelaskan salah satu titik paling rawan berada di sekitar area kuburan Tionghoa, Jalan Merdeka Timur.
Lereng di kawasan tersebut dinilai belum sepenuhnya stabil. “Memang di area dekat kuburan itu masih rawan longsor, makanya alat berat masih kami siagakan untuk perbaikan lereng,” ujarnya, Minggu (1/3).
Menurutnya, penanganan saat ini masih masuk dalam masa pemeliharaan oleh pelaksana pekerjaan tahun sebelumnya. Pihaknya akan meminta pembersihan material yang berpotensi turun ke jalan.
“Nanti kami minta dibersihkan, tanah yang di atas juga akan kami kurangi volumenya supaya tidak mudah bergerak,” jelasnya.
Ia tak menampik sepanjang jalur tembusan menuju Jalan Sultan Sulaiman masih banyak pekerjaan pemeliharaan yang perlu dituntaskan. Namun akses tetap dibuka dengan pengawasan ketat agar mobilitas warga tidak terganggu. Perbaikan dilakukan bertahap menyesuaikan kondisi lapangan.
Sebagai informasi, pada Senin (23/2) lalu sempat terjadi longsor di salah satu titik ruas tersebut. Material tanah menutup sebagian badan jalan dan menghambat kendaraan melintas. Tim UPTD bergerak cepat melakukan pembersihan dan normalisasi jalur agar bisa kembali digunakan.
Hendra memastikan pemantauan akan terus dilakukan mengingat kontur tebing yang masih labil, terutama saat intensitas hujan tinggi.
“Sepanjang masih dalam masa pemeliharaan, kami akan minta pelaksana bertanggung jawab dan kami tetap awasi supaya akses ini benar-benar aman dilalui masyarakat,” tegasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo