SAMARINDA- BAZNAS Kota Samarinda mulai mendistribusikan bantuan Ramadan melalui program Paket Ramadan Bahagia. Sebanyak 150 paket sembako disalurkan kepada para mustahik di 10 kecamatan se-Samarinda, Senin (2/3). Penyaluran ini menjadi bagian dari realisasi zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun selama setahun terakhir.
Ketua BAZNAS Samarinda Ahmad Syahir Idris menjelaskan jumlah penerima di tiap kecamatan berbeda. Penentuan kuota disesuaikan dengan kondisi dan tingkat kebutuhan masing-masing wilayah. “Sekitar 10 kecamatan yang ada di Kota Samarinda. Jadi masing-masing kecamatan itu ada yang 50 orang mustahik, ada yang 75 tergantung dari kondisi kecamatan tersebut,” ujarnya.
Ia memastikan proses pendataan dilakukan berjenjang agar tepat sasaran. Data penerima diminta dari pihak kecamatan yang kemudian menginstruksikan kelurahan hingga ketua RT untuk melakukan penyaringan warga yang berhak. “Mustahik untuk 10 kecamatan itu kami minta dari kecamatan, lalu kecamatan menginstruksikan kepada kelurahan dan RT untuk menyaring siapa yang benar-benar berhak menerima bantuan,” jelasnya.
Selain bantuan konsumtif berupa sembako, BAZNAS juga menyalurkan bantuan produktif berbentuk unit usaha. Program ini telah berjalan di lima kecamatan dan dinilai memberi dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi penerima. “Ternyata yang sebelumnya tidak bisa menghidupi kebutuhan sehari-hari, sekarang alhamdulillah sudah bisa mandiri bahkan menyetorkan zakatnya di BAZNAS,” terangnya.
Menurutnya, pada periode 2024–2025 pihaknya memprioritaskan program produktif agar terjadi perubahan garis ekonomi mustahik. Bantuan tidak hanya bersifat sesaat, tetapi mendorong kemandirian jangka panjang. “Semua zakat, infak, sedekah yang masuk kami salurkan dalam bentuk konsumtif dan produktif, dan sekarang kami prioritaskan yang produktif supaya ada perubahan ekonomi,” tegasnya.
Sebagai informasi, untuk paket sembako Ramadan Bahagia, bantuan berisi dua karung beras masing-masing 5 kilogram, satu dus mi instan, minyak goreng, gula, tepung, dan kebutuhan pokok penting (bapokting) lainnya. “Harapannya masyarakat miskin atau mustahik di bulan Ramadan ini bisa menikmati puasa, berbuka, bahkan nanti merasakan lebaran seperti halnya kita semua,” tutupnya. (*)
Editor : Ismet Rifani