SAMARINDA- Persiapan arus mudik Lebaran mulai terasa di Terminal Tipe A Samarinda Seberang. Posko mudik gabungan telah dibuka sejak 13 Maret dan akan beroperasi hingga 30 Maret mendatang. Posko tersebut melibatkan unsur keamanan untuk memastikan kelancaran serta keamanan perjalanan penumpang.
Terminal ini melayani rute antarkota antarprovinsi (AKAP) dari Samarinda menuju Terminal Gambut Barakat, Kalimantan Selatan (PP). Sejumlah operator bus sudah menyiapkan armada untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat selama periode mudik. Sementara itu sekitar 67 unit bus bersiap mendukung arus mudik-balik tahun ini dari kondisi pada hari normal, sekitar lima-enam unit per hari yang beroperasi.
Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Samarinda Seberang Yunita Sari mengatakan aktivitas keberangkatan diperkirakan mencapai puncaknya sehari sebelum Lebaran. Pada hari raya Idulfitri sendiri tidak ada jadwal keberangkatan, namun terminal tetap bersiaga untuk melayani kedatangan penumpang. “Puncak arus mudik diprediksi terjadi sehari sebelum Lebaran, sekitar 20 Maret. Saat hari H Lebaran biasanya tidak ada keberangkatan, hanya kedatangan penumpang,” ujarnya, Senin (16/3).
Ia menjelaskan saat ini terdapat tiga perusahaan otobus yang melayani rute AKAP dari terminal tersebut. Jumlah armada yang diberangkatkan setiap hari menyesuaikan kebutuhan penumpang karena jadwal operasional diterbitkan dari Balikpapan.
“Armada pada prinsipnya siap. Kalau ada permintaan perjalanan, baru ketersediaan bus diatur sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Harga tiket perjalanan menuju Kalimantan Selatan saat ini berkisar Rp 300 ribu, sementara untuk rute melalui Batu Licin sekitar Rp 330 ribu. Sejak awal masa posko mudik, jumlah keberangkatan mulai meningkat dibandingkan hari biasa.
Selain memastikan ketersediaan armada, petugas juga rutin melakukan ramp check setiap hari. Pemeriksaan meliputi kondisi fisik kendaraan, kelengkapan dokumen seperti izin operasional, kartu pengawasan, hingga bukti uji berkala kendaraan atau KIR.
“Setiap hari dilakukan pengujian atau ramp check. Jadi bus yang beroperasi dipastikan sudah memenuhi persyaratan kelayakan,” pungkasnya. (*)