KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda mematangkan proses seleksi bakal calon kepala sekolah (BCKS) untuk mengisi kekosongan di sejumlah satuan pendidikan.
Penjaringan dilakukan terbuka dengan mengacu pada Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah. Tahapan kini masuk seleksi administrasi dan pemetaan kebutuhan berdasarkan domisili.
Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdikbud Samarinda Taufiq Rachman menjelaskan seleksi dilakukan untuk mengisi posisi kepala sekolah yang kosong, termasuk di jenjang TK yang saat ini terdapat dua kebutuhan.
Selain itu, terdapat kebutuhan di SD sebanyak 18 sekolah dan SMP delapan sekolah. “Kami melakukan penjaringan terbuka, melihat minat dan kesesuaian domisili dengan sekolah yang kosong agar penempatannya tepat,” ujarnya, Selasa (17/3).
Dari proses administrasi, Disdikbud telah mengusulkan nama-nama pendaftar ke tim seleksi untuk ditentukan kelayakannya. Hasil sementara, tiga orang dinyatakan tidak memenuhi syarat. “Dua orang terkendala kehadiran yang sudah melewati batas, dan satu orang nilai SKP-nya di bawah ketentuan,” terangnya.
Ia menegaskan proses seleksi melibatkan koordinasi lintas instansi, termasuk BKPSDM dan Badan Kepegawaian Negara (BKN), serta Kementerian Pendidikan melalui sistem aplikasi yang terintegrasi. “Kami tidak bisa berjalan sendiri, semua sistem saling terhubung sehingga prosesnya harus sinkron,” katanya.
Menurutnya, pengisian jabatan kepala sekolah berbeda dengan jabatan struktural karena berbasis minat dan kompetensi guru. Karena itu, Disdikbud tidak melakukan penunjukan langsung, melainkan membuka kesempatan bagi guru yang memenuhi syarat. “Kalau mereka tidak mendaftar, berarti memang tidak berminat. Ini jabatan yang membutuhkan kesiapan,” tegasnya.
Selain seleksi, calon yang lolos nantinya akan dibekali pelatihan kepemimpinan selama dua hari secara daring. Materinya mencakup manajerial, kedisiplinan, supervisi tenaga pendidik, hingga pengembangan kewirausahaan sekolah. “Kami ingin kepala sekolah yang tidak hanya berminat, tapi benar-benar kompeten,” ucapnya.
Disdikbud menargetkan proses pengisian kepala sekolah rampung dalam waktu dekat, menyesuaikan penerbitan SK oleh BKPSDM. “Kalau SK sudah terbit, langsung kita lakukan serah terima jabatan. Harapannya semua posisi terisi dan pelayanan pendidikan tetap optimal,” pungkasnya.
Sebagai informasi terhitung Maret ini sejumlah sekolah diisi plt, yakni dua TK, 18 SD dan delapan SMP. Proses penjaringan ditarget rampung akhir Maret ini. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo