Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Arus Balik Usai, Aktivitas Penumpang Terminal Samarinda Seberang Kembali Normal

Denny Saputra • Minggu, 29 Maret 2026 | 16:51 WIB

AKTIVITAS: Beberapa calon penumpang terlihat memadati area parkir bus di Terminal Tipa Samarinda Seberang, beberapa waktu lalu.
AKTIVITAS: Beberapa calon penumpang terlihat memadati area parkir bus di Terminal Tipa Samarinda Seberang, beberapa waktu lalu.

SAMARINDA – Aktivitas penumpang di Terminal Tipe A Samarinda Seberang jurusan Samarinda–Terminal Gambut Barakat, Kalimantan Selatan, mulai kembali normal seiring berakhirnya masa arus balik Lebaran. Pada Minggu (29/3), jumlah bus yang berangkat tercatat menurun dibandingkan hari sebelumnya.

Staf Terminal Tipe A Samarinda Seberang Agustina menjelaskan, pergerakan penumpang sudah tidak seramai saat puncak arus balik. Hal itu terlihat dari jumlah armada yang berangkat dari terminal pada hari tersebut. “Hari ini (kemarin) hanya ada sembilan bus yang berangkat, sedangkan Sabtu (28/3) sempat mencapai 17 bus. Jadi kalau dibilang puncak arus tidak juga, karena kini sudah mulai menurun,” ujarnya, Minggu (29/3).

Ia menerangkan, pola perjalanan penumpang tujuan Kalimantan Selatan cenderung meningkat setelah Lebaran. Banyak warga justru melakukan perjalanan mudik atau kembali ke daerah tujuan beberapa hari setelah hari raya.

Dari sisi fasilitas, Agustina menilai kondisi Terminal Samarinda Seberang sudah cukup memadai dibandingkan beberapa terminal lain. Meski begitu, masih ada beberapa catatan yang menjadi perhatian pengelola. “Masalahnya tangganya cukup curam. Penumpang yang sudah lanjut usia biasanya agak kesulitan, sementara mereka juga kadang takut menggunakan lift,” terangnya.

Sedangkan untuk tarif perjalanan, Agustina memastikan harga tiket bus jurusan Samarinda–Gambut tetap stabil di angka Rp300 ribu per penumpang. Di sini saat ini hanya ada dua perusahaan otobus yang melayani rute tersebut. “Ada juga Damri, tetapi tidak setiap hari beroperasi,” singkatnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada keluhan serius dari penumpang, sebagian besar hanya memberikan masukan melalui Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) yang rutin dilakukan setiap bulan. Beberapa penumpang mengusulkan adanya fasilitas bus sleeper karena perjalanan cukup lama, bisa lebih dari belasan jam.

“Namun keberadaan bus sleeper juga memiliki konsekuensi terhadap kapasitas penumpang. Kalau sekarang satu bus bisa menampung sekitar 44 kursi. Kalau pakai sleeper tentu kapasitasnya akan berkurang cukup banyak,” pungkasnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
#arus balik Lebaran 2026 #kembali normal #Terminal Samarinda Seberang