Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Uji Coba Insinerator Masih Berjalan, DLH Samarinda Kekurangan 46 Operator

Denny Saputra • Selasa, 31 Maret 2026 | 17:52 WIB

 

BELUM OPTIMAL: Salah satu titik insinerator di Samarinda yang masih menjalani tahap uji coba.
BELUM OPTIMAL: Salah satu titik insinerator di Samarinda yang masih menjalani tahap uji coba.
 

SAMARINDA - Pemkot Samarinda melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) masih melakukan uji coba operasional 10 unit insinerator pengolahan sampah. Seluruh unit disebut sudah rampung dirakit dan terpasang, namun pengoperasiannya masih dilakukan bertahap sambil menyiapkan operator. Hingga kini, proses uji coba masih dipusatkan di kawasan Polder Air Hitam.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (PSLB3) DLH Samarinda Muhammad Taufiq Fajar memastikan seluruh unit insinerator sudah selesai dipasang. Namun tahapan berikutnya lebih menantang karena berkaitan dengan kesiapan sumber daya manusia yang akan mengoperasikan alat tersebut.

“Alhamdulillah 100 persen sudah dirakit semua, sudah terpasang dan terinstalasi. Tapi untuk uji coba memang kami lakukan bertahap karena operatornya juga masih proses pembelajaran,” ujarnya, Selasa (31/3).

Saat ini, uji coba awal masih difokuskan di fasilitas yang berada di kawasan Polder Air Hitam Kecamatan Samarinda Ulu. Setelah itu DLH berencana melanjutkan pengujian di beberapa titik lain, termasuk di Lok Bahu atau Jalan Nusyirwan Ismail (ringroad) yang sebagian sudah menjalani percobaan awal.

“Semua lokasi akan menjalani uji coba,” singkatnya.

Menurut Taufiq, tantangan terbesar bukan pada teknologi mesin, melainkan pada proses menyiapkan operator. Para petugas yang direkrut mayoritas berasal dari masyarakat umum yang sebelumnya tidak memiliki pengalaman dalam pengelolaan sampah.

“Kami rekrut dari masyarakat. Mereka bukan tenaga internal DLH dan sebagian besar benar-benar baru di bidang persampahan. Soal pemilahan sampai penanganan sampah itu benar-benar dari nol,” terangnya.

Selama masa pelatihan, insinerator baru mampu membakar sekitar 5 hingga 6 ton sampah per hari. Padahal secara teknis, kapasitas efektif mesin dapat mencapai hingga 8 ton dalam satu hari operasional.

Proses perekrutan operator juga tidak mudah. Banyak peserta pelatihan yang akhirnya mundur karena tidak tahan dengan kondisi kerja yang bersentuhan langsung dengan sampah segar dari tempat penampungan sementara (TPS). “Data kami lebih dari 20 orang sudah berhenti. Mereka coba sehari dua hari ternyata tidak tahan dengan bau sampah. Apalagi sampah dari TPS itu masih bercampur, bahkan kadang ada bangkai hewan,” ungkapnya.

DLH saat ini masih kekurangan sekitar 46 orang operator untuk mengoperasikan seluruh insinerator. Pihaknya pun membuka kesempatan bagi masyarakat yang berminat untuk bergabung, dengan persyaratan yang kini dibuat lebih fleksibel. “Kualifikasi kita turunkan, yang penting ada identitas dan kemauan bekerja. Kami juga tidak langsung mengangkat, tapi diuji dulu dalam masa pelatihan apakah mereka benar-benar siap atau tidak,” pungkasnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
#insinerator pengolahan sampah #dinas lingkungan hidup #pemkot samarinda #Polder Air Hitam