SAMARINDA–Sisa-sisa kebakaran di SMP 2 Samarinda tak dibiarkan berlama-lama. Dalam waktu dua hari, tim gabungan bergerak cepat membersihkan puing dan material hangus, sebagai langkah awal percepatan perbaikan gedung sekolah.
Kegiatan pembersihan yang berlangsung sejak Sabtu hingga Minggu dipimpin Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda dengan melibatkan berbagai instansi lintas sektor.
Baca Juga: Daerah Harus Pintar “Cari Uang”, Bankeu Terancam Menyusut, Diminta Perkuat Kemandirian Fiskal
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Samarinda Edi Susanto menjelaskan, pembersihan difokuskan pada sisa-sisa material terbakar agar lokasi siap untuk tahap rehabilitasi.
"Selama dua hari kami membersihkan rangka atap yang terbakar, lantai, dinding, serta seluruh sisa bangunan yang terdampak kebakaran," ujarnya, Minggu (5/4).
BPBD menggandeng Dinas PUPR, DLH, Disdamkarmat, Disperkim, Satpol PP, serta pihak kecamatan, kelurahan, dan sekolah. Seluruh kegiatan berada di bawah koordinasi BPBD.
Sejumlah alat berat dan armada turut dikerahkan. Tercatat, DLH dan PUPR masing-masing menurunkan sekitar lima unit dump truck (DT). Sementara itu, BPBD mengoperasikan satu unit ekskavator dan towing.
Baca Juga: Genjot Kunjungan Wisata, Disdikbud Paser Bakal Pusatkan Kegiatan Budaya di Museum Sadurengas
Disperkim menurunkan satu unit mobil tangga atau crane, sedangkan Disdamkarmat mengerahkan dua mobil tangki untuk membantu pembersihan akhir.
Tak hanya itu, ratusan personel lintas instansi diterjunkan. Sekitar 100 personel dari DLH, 50 dari PUPR, 30 dari BPBD, serta puluhan lainnya dari Satpol PP, kecamatan, dan kelurahan, terlibat dalam kegiatan pembersihan tersebut.
"Totalnya ratusan personel kami turunkan, termasuk penggunaan alat seperti gergaji mesin dan peralatan pendukung lainnya," jelasnya.
Baca Juga: Jadwal Haji Kaltim 2026, Kloter Pertama Masuk Embarkasi Balikpapan 26 April
Hingga Minggu siang, progres pembersihan telah mencapai sekitar 90 persen. Sisa pekerjaan kini difokuskan pada pembersihan lantai dari material kayu dan puing yang tersisa.
"Target dua hari selesai. Saat ini tinggal finishing pembersihan lantai, setelah itu lokasi siap untuk perbaikan," pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A