Turunkan Beban TPA Samarinda, TWAP Dorong Warga Pilah Sampah

Denny Saputra • Dipublikasikan Rabu, 8 April 2026 | 16:29 WIB
TPS: Salah satu lokasi TPS di kawasan jalan Nusyirwan Ismail (Ringroad 2) Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang.
TPS: Salah satu lokasi TPS di kawasan jalan Nusyirwan Ismail (Ringroad 2) Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang.

SAMARINDA- Beban tempat pembuangan akhir (TPA) di Samarinda dinilai tidak akan berkurang signifikan tanpa perubahan kebiasaan di tingkat rumah tangga. Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Samarinda menilai pemilahan sampah sejak dari sumber menjadi kunci agar volume sampah yang masuk ke TPA dapat ditekan.

Ketua TWAP Samarinda Syaparuddin mengatakan, pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengandalkan sistem pengangkutan dan pengolahan oleh pemerintah. Menurutnya, langkah paling mendasar justru dimulai dari rumah tangga melalui kebiasaan memilah sampah sebelum dibuang. “Kalau dari rumah sudah ada pemilahan, dampaknya besar sekali. Volume sampah yang masuk ke TPA bisa berkurang,” ujarnya, dikonfirmasi, Rabu (8/4).

Dia menilai, selama ini persoalan sampah sering dipandang sebagai tanggung jawab pemerintah semata. Padahal keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada partisipasi masyarakat sebagai penghasil sampah utama. “Memang tugas kita semua. Kesadaran itu harus muncul dari masyarakat, dimulai dari rumah masing-masing,” singkatnya.

Di sisi lain, Syaparuddin masih melihat kebiasaan membuang sampah tidak sesuai tempat maupun waktu masih terjadi di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut membuat upaya penanganan sampah di kota menjadi lebih berat. “Ini yang terus kita dorong melalui edukasi. Kebiasaan seperti itu harus pelan-pelan diubah,” tegasnya.

Sebagai langkah awal, pemerintah kota melalui TWAP bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah melakukan sosialisasi pemilahan sampah kepada ratusan rukun tetangga di Samarinda. Program tersebut diharapkan mampu membangun kesadaran baru dalam pengelolaan sampah berbasis rumah tangga. “Sudah lebih dari 500 RT yang kami datangi untuk sosialisasi sejak 2025 lalu. Artinya sebagian masyarakat sebenarnya sudah mulai memahami pentingnya pemilahan sampah,” tambahnya.

Syaparuddin berharap edukasi tersebut dapat terus diperluas sehingga budaya memilah sampah semakin terbentuk di masyarakat. “Dengan begitu, upaya menjaga kebersihan kota tidak hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi juga menjadi kebiasaan bersama warga Samarinda,” pungkasnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
pengelolaan sampah samarinda TWAP Samarinda Syaparuddin DLH Samarinda antisipasi sampah