Donor Darah Rutin, Antusias ASN Samarinda Meningkat

M Hafiz Alfaruqi • Dipublikasikan Selasa, 14 April 2026 | 14:40 WIB
DONOR DARAH: ASN Pemkot Samarinda mengikuti kegiatan donor darah di Balai Kota, Selasa (14/4), bekerja sama dengan PMI.
DONOR DARAH: ASN Pemkot Samarinda mengikuti kegiatan donor darah di Balai Kota, Selasa (14/4), bekerja sama dengan PMI.
 
KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Aktivitas di Balai Kota Samarinda, Selasa (14/4), tampak berbeda. Bukan rapat atau agenda birokrasi, puluhan aparatur sipil negara (ASN) silih berganti mengantre untuk mendonorkan darah, menunjukkan tingginya kepedulian terhadap sesama melalui aksi kemanusiaan yang digelar rutin oleh Pemerintah Kota Samarinda.
 
Donor darah dilaksanakan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Samarinda dan menyasar ASN di seluruh perangkat daerah. Mulai tingkat kelurahan hingga organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Balai Kota turut dilibatkan.
 
Baca Juga: Kadis Ketahanan Pangan Kutim Jadi Tersangka Baru Korupsi RPU, Diduga Atur Pemenang Proyek Rp 20 Miliar
 
Kepala Bagian Kesra Setda Kota Samarinda, Syamsu Nur, menjelaskan, kegiatan itu agenda rutin yang digelar minimal setiap dua bulan sekali, menyesuaikan dengan ketentuan medis bagi pendonor. "Kegiatan rutin, mengikuti siklus kesehatan. Donor darah tidak bisa dilakukan sembarangan, harus menunggu jeda waktu tertentu, sekitar dua bulan," ujarnya, Selasa (14/4).
 
Ia menyebutkan, kegiatan kali ini merupakan donor darah kedua yang dilaksanakan pada 2026. Untuk pelaksanaan April ini, pihaknya menargetkan sebanyak 70 kantong darah dapat terkumpul.
 
Namun, jumlah pendaftar yang hadir disebut jauh melebihi target. Tercatat lebih 100 orang mendaftar sebagai calon pendonor. Namun, tidak semuanya dapat memenuhi syarat kesehatan. "Memang yang mendaftar lebih dari 100 orang, tapi nanti ada proses screening. Ada yang tekanan darahnya tinggi, HB rendah, bahkan ada yang tidak memenuhi syarat lainnya, sehingga tidak semua bisa mendonor," jelasnya.
 
Baca Juga: Harga Plastik Naik Drastis, Pembeli Minyak Curah Beralih ke Minyakita, Ini Dampaknya
 
Syamsu menegaskan, partisipasi ASN dalam kegiatan itu bersifat sukarela. Pihaknya tetap mendorong setiap OPD untuk mengirimkan perwakilan guna membantu pencapaian target. "Kami hanya menganjurkan, misalnya kelurahan atau kecamatan mengirimkan dua orang. Tapi tidak ada kewajiban, karena kembali lagi pada kondisi kesehatan masing-masing," tegasnya.
 
Ia juga mengakui, tingkat partisipasi pada kegiatan kali ini mengalami peningkatan dibanding pelaksanaan sebelumnya. Hal ini dipengaruhi oleh lokasi kegiatan yang lebih strategis dan mudah dijangkau.
 
"Kalau dibanding sebelumnya, antusiasnya lebih tinggi saat ini. Karena lokasi di Balai Kota lebih dekat dengan OPD, jadi lebih banyak yang bisa berpartisipasi," tambahnya.
 
Baca Juga: Wabup Suhuk Buka Musrenbang RKPD 2027, Tekankan Efisiensi dan Prioritas Program
 
Dalam pelaksanaannya, Pemkot Samarinda bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI). Seluruh darah yang terkumpul nantinya akan diserahkan kepada PMI untuk dikelola dan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
 
"Kami hanya memfasilitasi dan menghimpun. Untuk pengelolaan dan distribusi darah sepenuhnya menjadi kewenangan PMI," pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A
asn donor darah pemkot samarinda