SAMARINDA – Kabar membanggakan datang dari Kota Samarinda. Berdasarkan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 yang disusun Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Samarinda berhasil menduduki peringkat ke-7 sebagai kota paling maju di Indonesia. Tak hanya itu, ibu kota Provinsi Kalimantan Timur ini juga masuk dalam Top 3 kota paling maju di luar Pulau Jawa.
Wali Kota Samarinda Andi Harun menyambut hasil tersebut dengan penuh syukur. Ia menegaskan bahwa pencapaian ini bukan datang tiba-tiba, melainkan buah dari kerja keras seluruh jajaran pemerintah kota yang didukung seluruh elemen masyarakat.
"Apresiasi itu adalah hasil dari kerja keras, kerja serius dari teman-teman pemerintah kota yang didukung oleh semua elemen masyarakat," ujarnya, Kamis (16/4).
Ia juga menyebut penilaian ini sangat objektif karena berbasis riset ilmiah. Samarinda bahkan mengungguli capaian provinsi dalam salah satu segmen penilaian BRIN di Kalimantan Timur.
Meski bangga, Andi Harun meminta timnya tetap realistis. Ia menegaskan bahwa ego sektoral harus dihapus dan diganti dengan semangat kerja tim yang solid. "Tekad boleh, mimpi boleh, motivasi boleh menjadi yang terbaik, tapi kita harus realistis terhadap kekurangan yang masih kita hadapi," tegasnya.
Baca Juga: Pengelola SPPG Karang Asam Ulu Akui IPAL Belum Maksimal, Siap Evaluasi
Ke depan, Andi Harun juga mendorong pengembangan sektor pangan sebagai prioritas. Samarinda dan Kaltim dinilai memiliki potensi besar, mulai dari pengembangan pohon aren, hingga beras gogo yang dinilai sangat cocok dengan kondisi tanah lokal.
“Harapan kami, pencapaian ini menjadi prinsip dalam mengelola inovasi dan pembangunan melalui terobosan yang berorientasi pada pemecahan masalah pelayanan publik,” pungkasnya.
Sebagai informasi, IDSD 2025 disusun berdasarkan empat komponen utama, yakni lingkungan hidup, sumber daya manusia, pasar, dan inovasi, yang dielaborasi ke dalam 12 pilar daya saing.
Yakni komponen lingkungan hidup meliputi institusi, infrastruktur, adopsi tik, stabilitas ekonomi makro. Komponen sumber daya manusia meliputi kesehatan dan keterampilan. Komponen pasar meliputi pasar produk, pasar tenaga kerja, sistem keuangan, ukuran pasar. Komponen inovasi meliputi dinamika bisnis, kapabilitas inovasi.
Editor : Muhammad Ridhuan