KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Pemkot Samarinda mempercepat pembangunan ulang los sayur di Pasar Segiri yang sebelumnya terbakar. Fasilitas perdagangan tersebut ditargetkan selesai pada April ini agar para pedagang dapat kembali berjualan mulai Mei mendatang.
Asisten II Setkot Samarinda Marnabas Patiroy mengatakan progres pembangunan terus berjalan dengan fokus pada pemasangan struktur utama bangunan. Pemerintah berharap pekerjaan bisa segera tuntas agar aktivitas perdagangan tidak terganggu terlalu lama.
“Dalam bulan ini harus selesai, sekarang tiang dan atap sedang proses terpasang,” ujarnya, Jumat (17/4). Dia menjelaskan, bangunan yang dikerjakan merupakan rekonstruksi sederhana dengan menyesuaikan kondisi sebelum kebakaran.
Pekerjaan difokuskan pada pemasangan atap, dinding, dan sejumlah fasilitas pendukung bagi pedagang. “Pembangunannya cepat, yang dikerjakan hanya atap, dinding, dan fasilitas lain supaya pedagang bisa segera kembali berjualan,” jelasnya.
Baca Juga: KONI Kaltim Bidik Emas dari Hapkido di PON 2028, Target Berani Langsung Dipasang
Dia menerangkan, los sayur tersebut sebelumnya ditempati pedagang komoditas kebutuhan pokok seperti tomat, kol, dan cabai. Karena itu pemerintah menilai percepatan pembangunan penting agar distribusi dan penjualan bahan pangan tetap terjaga. “Kalau terlalu lama tentu berdampak ke inflasi, karena komoditas di situ termasuk kebutuhan pokok,” jelasnya.
Sementara menunggu pembangunan selesai, para pedagang saat ini mencari tempat berjualan secara mandiri di sejumlah lokasi sekitar pasar. Pemerintah memberikan kelonggaran agar mereka tetap bisa menjalankan usaha meski belum kembali ke lapak semula. “Untuk sementara mereka tersebar di beberapa toko atau tempat lain, kami beri keleluasaan namun tetap membayar retribusi,” ungkapnya.
Sebelumnya, Pemkot Samarinda juga menyiapkan bangunan pasar sementara bagi pedagang terdampak kebakaran, Kamis (26/3) lalu di kawasan tersebut. Fasilitas darurat itu dibangun agar aktivitas perdagangan tidak terhenti terlalu lama.
Baca Juga: Siap-Siap! Bontang Bakal Rekrut 127 Guru Baru, Gaji Dijamin Setara UMK dan Prioritas KTP Lokal
Anggaran sekitar Rp 1,1 miliar dialokasikan, dari anggaran belanja tak terduga (BTT) untuk pembangunan fasilitas sederhana tersebut. Pemerintah berharap dengan percepatan ini para pedagang bisa kembali beraktivitas normal dalam waktu dekat. “Target kami Mei pedagang sudah bisa kembali menggunakan tempatnya,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo