Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pasca-kejadian Tabrak Lari Beruntun di Samarinda, Masih Ada Lima Dirawat di Rumah Sakit, Satu Meninggal

M Hafiz Alfaruqi • Selasa, 28 April 2026 | 15:11 WIB
Kasat Lantas Polresta Samarinda-Kompol La Ode Prasetyo Fuad
Kasat Lantas Polresta Samarinda-Kompol La Ode Prasetyo Fuad
 
KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Aksi tabrak lari yang memicu kecelakaan beruntun di sejumlah ruas jalan utama Samarinda, Jumat (24/4) malam lalu, menyisakan duka.
 
Insiden yang melibatkan satu mobil Daihatsu Terios putih bernomor polisi KT 1576 CK dan beberapa pengendara sepeda motor itu mengakibatkan enam korban, satu di antaranya meninggal dunia.
 
Kasat Lantas Polresta Samarinda Kompol La Ode Prasetyo Fuad mengungkapkan, peristiwa tersebut berawal dari tindakan pelaku yang berupaya melarikan diri karena merasa terancam. "Dari hasil penyelidikan sementara, kejadian itu diawali karena pelaku merasa terancam, kemudian melarikan diri hingga terjadi kecelakaan beruntun," ujarnya dikonfirmasi. 
 
Baca Juga: Perencanaan Tak Sejalan Pekerjaan, Pansus: TWAP Tidak Boleh Mengoreksi, Ada yang Dikurangi
 
Akibat insiden tersebut, enam orang menjadi korban. Satu korban dinyatakan meninggal dunia, sementara lima lainnya mengalami luka-luka dan menjalani perawatan di rumah sakit.
 
"Untuk satu korban meninggal dunia, empat orang sudah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan, sedangkan satu orang masih dirawat," jelasnya.
 
Saat ini, pihak kepolisian telah mengamankan terduga pelaku dan tengah melakukan proses penyidikan lebih lanjut. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan guna mengungkap secara utuh kronologi kejadian. "Pelaku sudah kami amankan dan proses hukum berjalan sesuai prosedur. Kami juga masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi," katanya.
 
Baca Juga: Bukan Sekadar Teori, Program Ini Bawa Mahasiswa Terjun ke Dunia Usaha
 
Terkait alasan pelaku melarikan diri, Ia menyebut pihaknya tidak mendalami lebih jauh motif tersebut, meski dari pengakuan awal pelaku mengaku merasa terancam. "Pengakuannya memang merasa terancam, tapi fokus kami pada penanganan perkara kecelakaan lalu lintasnya,” tegasnya.
 
Hingga kini, pihak kepolisian telah memeriksa dua orang saksi. Penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa dapat terungkap secara jelas. (*)
Editor : Dwi Restu A
#dirawat #meninggal #kecelakaan beruntun #samarinda