KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Kenaikan tarif air bersih di Samarinda mulai dirasakan masyarakat pada 2026. Menuai keluhan, Perumdam Tirta Kencana memastikan penyesuaian tarif tersebut telah direncanakan dan disosialisasikan sejak awal tahun, serta tidak berkaitan dengan lonjakan biaya bahan baku saat ini.
Direktur Teknik Perumdam Tirta Kencana Samarinda Kaharuddin menjelaskan, kenaikan tarif dilakukan secara bertahap dengan total penyesuaian sekitar 9 persen. "Tidak terlalu signifikan. Kenaikannya bertahap, mulai 3 persen, kemudian 4 persen, dan 3 persen. Totalnya 9 persen dan diakumulasi sampai akhir tahun,” ujarnya, Selasa (28/4).
Baca Juga: Menuju HUT ke-80 Bhayangkara, Polres PPU Perkuat Sinergi Lewat Lomba Satkamling
Kebijakan tersebut telah ditetapkan sebelumnya, dan bukan dampak dari kenaikan harga bahan kimia maupun bahan bakar industri yang terjadi belakangan ini. "Penyesuaian tarif itu sudah diputuskan sejak awal tahun dan sudah disosialisasikan. Jadi tidak ada kaitannya dengan kondisi sekarang," tegasnya.
Di sisi lain, Perumdam juga merespons keluhan masyarakat terkait layanan air yang terkadang mati atau keruh. Kaharuddin menyebut laporan itu tetap menjadi perhatian dan ditindaklanjuti, meski jumlahnya relatif kecil dibanding total pelanggan. "Dari banyak pelanggan, mungkin hanya satu dua yang melapor. Tapi tetap ditindaklanjuti setiap laporan yang masuk," ungkapnya.
Menghadapi potensi cuaca ekstrem akibat fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober, Perumdam mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, salah satunya dengan menyediakan penampungan air. "Biasanya El Nino berdampak pada penurunan debit air. Bahkan bisa terjadi gangguan produksi atau intrusi air asin. Karena itu, kami imbau masyarakat menyiapkan penampungan," jelasnya.
Baca Juga: Ubah Sampah Jadi Rupiah, Polsek Waru dan ASPI Pacu Program Asri Polri
Langkah tersebut penting agar masyarakat tetap memiliki cadangan air saat terjadi gangguan distribusi. "Ketika air tidak mengalir, masih ada cadangan. Saat mengalir kembali, bisa diisi lagi," pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A