KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Kinerja Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana Samarinda mendapat apresiasi dari Panitia Khusus (Pansus) LKPj DPRD Samarinda. Dari hasil kunjungan lapangan, capaian pendapatan hingga layanan air bersih dinilai melampaui target yang telah ditetapkan.
Wakil Ketua Pansus LKPj Tahun Anggaran 2025 Abdul Rohim menyebut, kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut pembahasan sebelumnya dalam rapat klaster ekonomi dan pendapatan. Pansus ingin memastikan langsung capaian kinerja dan realisasi program di lapangan. "Kami datang langsung untuk menggali lebih dalam sekaligus melihat sampel kegiatan yang dilaksanakan pada 2025," ujarnya, Selasa (28/4).
Baca Juga: Kenaikan Biaya Produksi Mengintai, Perumdam Tirta Kencana Samarinda Tetap Prioritaskan Pelayanan
Dari hasil peninjauan, pansus menemukan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Perumdam Tirta Kencana mencapai sekitar Rp 17 miliar, melampaui target awal yang ditetapkan sebesar Rp 12 miliar. "Artinya capaian tersebut sudah melebihi target yang direncanakan. Itu tentu menjadi hal positif," jelasnya.
Selain itu, cakupan layanan air bersih juga dinilai cukup optimal. Hingga saat ini, layanan telah menjangkau sekitar 84 persen masyarakat, dengan target 100 persen pada 2029. "Dengan capaian 84 persen, itu sudah baik. Tinggal bagaimana didorong agar target 100 persen bisa dicapai lebih cepat," kata Rohim.
Pansus juga meninjau sejumlah proyek pembangunan yang telah dilaksanakan Perumdam. Dari hasil pengecekan, pembangunan dinilai berjalan sesuai perencanaan, baik dari sisi konstruksi maupun pemanfaatannya. "Secara bangunan dan fungsi semuanya berjalan baik. Tidak ada masalah yang signifikan," ungkapnya.
Meski demikian, Pansus tetap mendorong peningkatan kinerja ke depan, baik dari sisi layanan maupun kontribusi terhadap PAD. Salah satu yang akan dibahas lebih lanjut adalah kemungkinan peningkatan target setoran PAD. "Nanti akan kami diskusikan lagi dengan pemerintah kota, apakah target PAD ini bisa ditingkatkan," ujarnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa sejumlah faktor eksternal juga perlu menjadi perhatian, seperti dinamika geopolitik yang berpotensi memengaruhi biaya operasional. "Hal-hal seperti ini tentu harus diperhitungkan karena bisa berdampak pada operasional," tambahnya.
Secara keseluruhan, Pansus mengaku cukup puas dengan hasil kunjungan tersebut. Evaluasi yang dilakukan akan menjadi bahan rekomendasi dalam pembahasan LKPj guna mendorong kinerja yang lebih optimal ke depan. "Sejauh ini kami cukup puas. Tinggal bagaimana ke depan capaiannya bisa lebih ditingkatkan," pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A