Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Proyek Kolam Retensi SLI Belum Rampung, Ditarget Optimal Tahun Ini

M Hafiz Alfaruqi • Minggu, 3 Mei 2026 | 16:17 WIB
BELUM OPTIMAL: Pembangunan kolam retensi SLI masih berproses, sejumlah fasilitas belum rampung.
BELUM OPTIMAL: Pembangunan kolam retensi SLI masih berproses, sejumlah fasilitas belum rampung.
 
KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Proyek kolam retensi di kawasan Perumahan Sempaja Lestari Indah (SLI), Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, belum sepenuhnya rampung. Meski telah memasuki tahap lanjutan, fasilitas pengendali banjir tersebut ditargetkan dapat berfungsi optimal tahun ini.
 
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda Darmadi menjelaskan, pengerjaan kolam retensi masih berlangsung secara bertahap. "Belum selesai. Insyaallah tahun ini dilanjutkan, dan diharapkan bisa berfungsi optimal," jelasnya.
 
Baca Juga: Penambahan Rombel SMA Negeri di Bontang Masih Dinamis, Juknis Belum Final
 
Sejumlah pekerjaan penting masih dalam proses penyelesaian. Di antaranya pembangunan jalan inspeksi pada saluran outlet, pemasangan pompa, hingga konektivitas saluran drainase yang belum sepenuhnya terhubung ke Sungai Karang Mumus (SKM).
 
Menurut Darmadi, belum rampungnya proyek tersebut disebabkan sistem penganggaran yang dilakukan secara bertahap. Hingga saat ini, anggaran sekitar Rp 28 miliar telah digunakan untuk tahap pertama dan kedua.
 
"Anggarannya memang bertahap. Rp 28 miliar itu untuk tahap satu dan dua,” terangnya.
 
Baca Juga: DPRD Kaltim Fasilitasi Keluhan Sekolah Swasta Soal Penambahan Rombel SMA Negeri
 
Untuk keseluruhan proyek kolam retensi beserta penataannya, diperkirakan membutuhkan anggaran total sekitar Rp 48 miliar.
 
Pada tahap berikutnya, pekerjaan akan difokuskan pada penyambungan saluran outlet yang tersisa sekitar 30 meter, yang sebelumnya terkendala proses pembebasan lahan.
 
"Kurang lebih lebih kan 30 meter. Kemarin terkendala pembebasan lahan," pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A
#belum optimal #kolam retensi #proyek #samarinda