KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Proyek kolam retensi di kawasan Perumahan Sempaja Lestari Indah (SLI), Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, belum sepenuhnya rampung. Meski telah memasuki tahap lanjutan, fasilitas pengendali banjir tersebut ditargetkan dapat berfungsi optimal tahun ini.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda Darmadi menjelaskan, pengerjaan kolam retensi masih berlangsung secara bertahap. "Belum selesai. Insyaallah tahun ini dilanjutkan, dan diharapkan bisa berfungsi optimal," jelasnya.
Sejumlah pekerjaan penting masih dalam proses penyelesaian. Di antaranya pembangunan jalan inspeksi pada saluran outlet, pemasangan pompa, hingga konektivitas saluran drainase yang belum sepenuhnya terhubung ke Sungai Karang Mumus (SKM).
Menurut Darmadi, belum rampungnya proyek tersebut disebabkan sistem penganggaran yang dilakukan secara bertahap. Hingga saat ini, anggaran sekitar Rp 28 miliar telah digunakan untuk tahap pertama dan kedua.
"Anggarannya memang bertahap. Rp 28 miliar itu untuk tahap satu dan dua,” terangnya.
Untuk keseluruhan proyek kolam retensi beserta penataannya, diperkirakan membutuhkan anggaran total sekitar Rp 48 miliar.
Pada tahap berikutnya, pekerjaan akan difokuskan pada penyambungan saluran outlet yang tersisa sekitar 30 meter, yang sebelumnya terkendala proses pembebasan lahan.
"Kurang lebih lebih kan 30 meter. Kemarin terkendala pembebasan lahan," pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A