SAMARINDA- Puskesmas Harapan Baru di Kecamatan Loa Janan Ilir diharapkan menjadi sentra pelayanan kesehatan baru bagi masyarakat. Dengan lokasi baru di tepi Jalan Cipto Mangunkusumo, fasilitas kesehatan tersebut kini lebih mudah diakses warga Kelurahan Harapan Baru dan Rapak Dalam.
Kepala UPT BLUD Puskesmas Harapan Baru dr Deasi Nursanti Natsir menjelaskan, sebelumnya pelayanan dilakukan di Jalan Kurnia Makmur. Kini operasional dipindahkan ke gedung baru yang berada tepat di depan dermaga Harapan Baru.
“Dengan gedung baru yang lebih luas, kami berupaya memberikan pelayanan yang lebih maksimal, baik di dalam maupun luar gedung,” ujarnya ditemui pada hari pertama perpindahan pelayanan, Kamis (7/5).
Ia menjelaskan, sistem pelayanan kini mengikuti skema Integrasi Layanan Primer (ILP) sesuai standar terbaru Kementerian Kesehatan dengan lima klaster layanan. Mulai dari manajemen, layanan ibu dan anak, dewasa dan lansia, penanganan penyakit menular, hingga lintas klaster pelayanan masyarakat. “Kelebihan kami ada di lintas klaster dan kami menjadi puskesmas pertama di Samarinda yang membuka layanan fisioterapi sederhana,” jelasnya.
Layanan fisioterapi tersebut dilakukan tanpa alat medis berat dan didukung tenaga fisioterapis yang mulai bertugas bulan ini. Selain layanan dalam gedung, Puskesmas Harapan Baru juga tetap menjalankan pelayanan luar gedung seperti posyandu, layanan sekolah, surveilans penyakit menular, seperti Hingga penanganan kasus demam berdarah.
Untuk jam pelayanan, operasional puskesmas tetap mengikuti penambahan waktu layanan yang telah diterapkan Dinas Kesehatan Samarinda. Pelayanan dibuka Senin hingga Kamis pukul 07.30-12.00 Wita, Jumat pukul 07.30-10.30 Wita, dan Sabtu pukul 07.30-11.00 Wita. “Ada penambahan satu jam pelayanan pada hari kerja agar masyarakat lebih leluasa mengakses layanan kesehatan,” singkatnya.
Dia mengimbau warga khususnya dua kelurahan, Harapan Baru dan Rapak Dalam, agar bisa melakukan pemeriksaan kesehatan berkala shingga angka kesakitan bisa ditekan bersama-sama. “Datang ke puskesmas jangan menunggu sakit,” pesannya. (*)
Editor : Ismet Rifani