KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Persoalan tempias air hujan di Pasar Pagi Samarinda dipastikan menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Samarinda. Setelah sempat dikeluhkan pedagang dan pengunjung, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda kini mulai menyiapkan langkah penanganan melalui pemasangan sliding door atau pintu geser di sejumlah titik bangunan yang rawan terkena tempias.
Asisten II Sekretariat Kota (Sekkot) Samarinda Marnabas Patiroy mengatakan, anggaran penanganan tempias tersebut telah disiapkan dalam pergeseran anggaran. Saat ini, tahapan perencanaan teknis juga disebut telah rampung.
"Anggarannya sudah kita siapkan tahun ini. Perencanaannya juga sudah ada. Nanti sistemnya menggunakan sliding door di beberapa titik yang rawan terkena tempias air hujan," ujarnya, Jumat (8/5).
Baca Juga: Siapkan Terminal Multipurpose di Palaran: Pemkot Samarinda Bidik Kota Jasa dan Perdagangan
Meski demikian, ia belum dapat memastikan besaran anggaran yang dialokasikan untuk penanganan tersebut. Menurutnya, rincian anggaran masih berada di instansi teknis terkait. "Kalau nilai anggarannya saya belum tahu pasti. Nanti bisa ditanyakan ke dinas terkait. Yang jelas sudah dianggarkan," jelasnya.
Marnabas menjelaskan, pelaksanaan pekerjaan nantinya kemungkinan akan ditangani Dinas PUPR atau Dinas Perdagangan, tergantung kebijakan pimpinan daerah. Selama ini, pembangunan fisik Pasar Pagi berada di bawah penanganan PUPR, sedangkan Disdag bertugas mengelola aktivitas pasar dan penataan pedagang.
Ia mengakui, desain bangunan Pasar Pagi memang memiliki celah yang menyebabkan tempias air hujan masuk saat angin kencang. Awalnya, konsep bangunan dibuat lebih terbuka agar sirkulasi udara tetap baik. "Waktu itu kita juga mendatangkan ahli tata udara supaya bangunan tidak tertutup penuh. Ternyata tidak terpikir kalau angin disertai hujan deras bisa membawa tempias masuk," jelasnya.
Baca Juga: Parkiran Plaza Telkom Ditertibkan, Dishub Samarinda Minta Marka Segera Dihapus
Menurutnya, persoalan tersebut baru muncul setelah pasar mulai ditempati pedagang dan beroperasi penuh. Namun, ia memastikan masalah itu masih dapat diatasi dan tidak menyangkut struktur utama bangunan. "Yang penting bukan masalah struktur bangunannya. Kalau struktur yang bermasalah itu baru bahaya. Kalau ini masih bisa ditangani," tegasnya.
Untuk pengerjaan, Pemkot menargetkan penanganan tempias bisa diselesaikan tahun ini. Proses pengadaan nantinya tetap dilakukan melalui mekanisme lelang sesuai aturan yang berlaku. "Tahun ini harus selesai. Karena pekerjaannya juga tidak terlalu rumit, hanya pemasangan sliding door di titik tertentu," pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki