KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Proses rekrutmen anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) tingkat kota di Samarinda masih terus berjalan.
Hingga pertengahan Mei, jumlah pendaftar tercatat masih terbatas. Sementara Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Samarinda mulai memetakan keterwakilan tiap kecamatan sebagai salah satu pertimbangan seleksi.
Kepala Kesbangpol Samarinda Yosua Laden mengatakan, saat ini proses penjaringan belum ditutup. Total terdapat 11 pendaftar, terdiri dari delapan orang melalui sistem daring dan tiga lainnya mendaftar secara langsung ke kantor Kesbangpol.
Baca Juga: Intip Usaha Lima Ekskavator Mini yang Diturunkan di Lempake untuk Keruk Sedimentasi
“FKDM proses rekrutmen masih berjalan. Kami menarget rekrutmen ini berakhir pada Jumat (22/5) mendatang,” ujarnya, Senin (18/5).
Yosua menjelaskan proses penyaringan juga mempertimbangkan keterwakilan wilayah. Kesbangpol saat ini berkoordinasi dengan kecamatan agar unsur anggota nantinya berasal dari berbagai wilayah di Samarinda, sehingga fungsi deteksi dini di masyarakat dapat berjalan lebih merata.
“Sekarang kami menyaring dari kecamatan agar minimal ada unsur dari masing-masing kecamatan,” jelasnya.
Sebelumnya, Pemkot Samarinda menargetkan pembentukan FKDM sebagai penguatan sistem deteksi dini potensi gangguan sosial, konflik masyarakat, hingga isu ketertiban umum di tingkat lokal. Setelah pembentukan FKDM tingkat kota rampung, pemerintah juga berencana membentuk FKDM di tingkat kecamatan hingga kelurahan.
Baca Juga: Keroyokan Tangani Banjir Lempake, Pengembang Perumahan Harus Buat Polder Penampungan Air
“Proyeksi kami per kecamatan nantinya menyesuaikan dengan jumlah kelurahan, minimal sesuai jumlah kelurahan dan maksimal 2 orang per kelurahan apabila wilayah luas,” singkatnya.
Dia menambahkan, keterbatasan anggaran membuat sosialisasi rekrutmen belum dilakukan secara masif. Tahun ini pihaknya hanya menganggarkan sosialisasi tingkat kecamatan untuk perekrutan FKDM tingkat kecamatan setelah FKDM tingkat kota selesai.
“Kalau anggarannya ada, 2027 kami rencanakan bimtek intelijen di Samarinda,” pungkasnya. (*)
Editor : Duito Susanto