Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pemkot Samarinda Dorong Sensus Ekonomi 2026, Bisa Jadi Fondasi Kebijakan Pembangunan

M Hafiz Alfaruqi • Selasa, 19 Mei 2026 | 16:35 WIB
SENSUS EKONOMI: Wali Kota Samarinda Andi Harun menyerahkan atribut kepada petugas saat pembukaan Pencanangan Sensus Ekonomi 2026  Samarinda di Ruang Arutala Ballroom Bapperida, Selasa (19/5).
SENSUS EKONOMI: Wali Kota Samarinda Andi Harun menyerahkan atribut kepada petugas saat pembukaan Pencanangan Sensus Ekonomi 2026  Samarinda di Ruang Arutala Ballroom Bapperida, Selasa (19/5).

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Perkembangan ekonomi digital, menjamurnya UMKM berbasis media sosial, hingga munculnya model usaha kreatif baru, dinilai telah mengubah wajah perekonomian Samarinda.

Di tengah perubahan yang bergerak cepat itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menilai data akurat menjadi kunci utama dalam menentukan arah pembangunan ekonomi ke depan.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Samarinda Andi Harun saat membuka Pencanangan dan Penyematan Atribut Sensus Ekonomi 2026 di Ruang Arutala Ballroom Bapperida Samarinda, Selasa (19/5).

Baca Juga: Gairahkan Jiwa Wirausaha Muda, DKUMKMP Balikpapan Inisiasi Roadshow Koperasi Goes to Campus

"Pemkot Samarinda mengapresiasi seluruh jajaran BPS yang telah mempersiapkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan baik. Ini bukan sekadar agenda statistik, tetapi langkah strategis untuk membaca kondisi ekonomi secara menyeluruh demi menentukan arah pembangunan masa depan," ujarnya.

Menurutnya, struktur ekonomi masyarakat kini berkembang semakin dinamis seiring perubahan pola konsumsi, perkembangan teknologi digital, hingga meningkatnya peran UMKM dan ekonomi kreatif.

Andi Harun menyebut, saat ini aktivitas usaha tidak lagi hanya hadir dalam bentuk toko fisik maupun industri konvensional. Banyak pelaku usaha tumbuh dari rumah, marketplace digital, hingga media sosial yang digerakkan kreativitas generasi muda.

Baca Juga: Kurban Kambing atau Patungan Sapi? Ini yang Jadi Pertimbangan Banyak Muslim Jelang Iduladha 2026

“Fenomena itu menunjukkan struktur ekonomi terus bergerak dan membutuhkan data yang akurat agar pemerintah memahami perubahan tersebut secara tepat. Di sinilah pentingnya Sensus Ekonomi 2026,” imbuhnya.

AH menegaskan, sensus ekonomi menjadi instrumen penting untuk memotret kondisi riil dunia usaha, termasuk di Samarinda. Data yang dihimpun nantinya akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi, baik tingkat daerah maupun nasional.

Baca Juga: Sertifikasi Guru 2026 Dipercepat, Pemerintah Siapkan Pendataan Baru untuk Guru Belum Bersertifikat

Menurutnya, data yang lengkap dan berkualitas akan membantu pemerintah melihat sektor usaha yang berkembang, kondisi daya tahan UMKM, peluang investasi, hingga penciptaan lapangan kerja baru.

"Kami sering mendengar bahwa data adalah aset masa depan. Saya meyakini pembangunan yang baik harus dibangun di atas data yang benar," tegasnya.

Wali kota juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya pelaku usaha, mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan informasi yang lengkap, benar, dan jujur kepada petugas sensus.

Selain itu, perangkat daerah, camat, lurah, RT, organisasi masyarakat, perguruan tinggi hingga media massa diminta ikut berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut. "Setiap data yang dihimpun adalah pijakan pembangunan. Dari data yang baik akan lahir kebijakan yang tepat untuk menciptakan ekonomi yang kuat dan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. (*)

Editor : Dwi Restu A
#fondasi kebijakan #Sensus Ekonomi 2026 #samarinda #pembangunan