SAMARINDA-Kebakaran kembali terjadi di kawasan Pasar Segiri Samarinda, Senin (18/5) siang. Kali ini insiden terjadi di sebuah ruko lapak penjual bawang setelah kompor menyala ditinggal pemilik saat hendak memasak di lantai dua bangunan.
Beruntung, api tidak sempat membesar dan cepat ditangani relawan pemadam sebelum merambat ke lapak lain di kawasan pasar yang dikenal padat aktivitas tersebut.
Pengelola Pasar Segiri dari Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda Fahrizal menjelaskan, hasil penelusuran sementara menunjukkan kejadian bermula saat seorang pekerja yang tinggal di lantai dua ruko hendak memasak telur.
Baca Juga: Viral ASN Samarinda Diduga Maling Helm di Mal, BKPSDM Proses Sanksi Disiplin
Namun saat minyak di wajan mulai dipanaskan di atas kompor, pegawai tersebut turun ke lantai bawah karena ada pembeli datang.
“Korban lupa, kemudian terjadi kebakaran, tapi hanya di wajan minyak saja yang menyebabkan asap mengepul. Alhamdulillah tim relawan damkar Masjid Al Hikmah Pasar Segiri bersama Disdamkar Samarinda sigap datang dan melakukan penanganan,” ujarnya, dikonfirmasi Selasa (19/5).
Akibat kejadian itu, satu orang sempat mengalami gangguan pernapasan karena menghirup asap dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat penanganan medis. Namun dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Alhamdulilah semua baik-baik saja. Tidak ada kerusakan berat yang terjadi,” singkatnya.
Baca Juga: Dishub Evaluasi CFN dan CFD, Jukir Liar Jadi Sorotan
Fahrizal menyebut akses mobil pemadam ke lokasi juga berjalan lancar karena jalur utama di tengah pasar kini telah steril dari parkir kendaraan roda dua. Kondisi itu dinilai membantu mempercepat penanganan kebakaran.
“Tim damkar dan relawan sigap mendatangi lokasi,” terangnya.
Dia mengingatkan seluruh pedagang agar lebih waspada, terutama saat menggunakan kompor di area pasar yang bangunannya tergolong tua dan rentan terhadap risiko kebakaran, baik akibat aktivitas memasak maupun potensi korsleting listrik.
“Kami selalu mengimbau pedagang, kalau memasak jangan lupa mematikan kompor. Harus lebih hati-hati dan waspada agar kejadian seperti ini tidak terulang,” pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan