Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Hasil Sidak di SPBE Tanah Merah Samarinda, Pertamina Soroti Perbedaan Isi

M Hafiz Alfaruqi • Kamis, 21 Mei 2026 | 16:35 WIB
TEMUAN: Aktivitas pengisian elpiji di SPBE Tanah Merah, Jalan Poros Samarinda-Bontang, menjadi sorotan usai temuan dugaan selisih bobot tabung saat sidak bapokting menjelang Iduladha 1447 Hijriah.
TEMUAN: Aktivitas pengisian elpiji di SPBE Tanah Merah, Jalan Poros Samarinda-Bontang, menjadi sorotan usai temuan dugaan selisih bobot tabung saat sidak bapokting menjelang Iduladha 1447 Hijriah.

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Temuan dugaan selisih bobot tabung elpiji di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Tanah Merah, Jalan Poros Samarinda-Bontang, Kecamatan Samarinda Utara, menjadi sorotan.

PT Pertamina Patra Niaga Regional Kaltimtara memastikan persoalan tersebut bukan berasal dari kebocoran tabung, melainkan adanya perbedaan hasil pengukuran timbangan saat inspeksi mendadak (sidak) berlangsung.

Baca Juga: Sinergi Bangun Kutai Barat, Ketua TP-PKK Kubar Resmi Lantik Pengurus PKK, Bunda PAUD, dan Posyandu Tiga Kecamatan. 

Sales Branch Manager (SBM) Kaltimut VII Gas PT Pertamina Patra Niaga Regional Kaltimtara M Angga Dexora mengatakan, hasil pengecekan bersama Satgas Pangan dan Pemkot Samarinda menemukan adanya ketidaksesuaian pada alat timbang yang digunakan di SPBE. 

"Saat sidak memang ditemukan ada perbedaan pada timbangan. Tapi kami masih perlu koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan tingkat akurasinya,” ujarnya, Kamis (21/5).

Menurut Angga, alat timbang yang digunakan pihak SPBE maupun alat pembanding saat sidak sama-sama telah melalui proses tera atau pengujian resmi. Namun, hasil pengukuran di lapangan menunjukkan adanya selisih sehingga perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. "Bukan selisih yang besar seperti apa, tapi ada perbedaan hasil timbang. Jadi perlu dicek lagi keakurasiannya," jelasnya.

Baca Juga: Walubi Balikpapan Bagikan 942 Paket Sembako

Ia menegaskan, hingga saat ini belum ditemukan indikasi kebocoran tabung LPG sebagai penyebab perbedaan bobot tersebut. Sebab sebelum pengisian dilakukan, seluruh tabung terlebih dahulu melalui proses sortir kelayakan. "Kalau tabung bocor atau tidak layak edar, pasti tidak kami isi. Ada standar khusus sebelum tabung diisi," tegasnya.

Selain itu, Pertamina juga melakukan uji kelayakan tabung elpiji secara berkala setiap lima tahun sekali. Namun, apabila secara fisik tabung dinilai perlu diperiksa lebih cepat, pengecekan akan dilakukan sebelum waktu uji berkala berakhir.

Baca Juga: Gojek Dukung Penuh Arahan Kebijakan Pemerintah Terkait Komisi Ojek Online

Terkait hasil temuan tersebut, Angga menyebut Pertamina masih menunggu hasil koordinasi bersama instansi terkait. 

Jika nantinya ditemukan adanya ketidaksesuaian prosedur di lapangan, pihaknya memastikan akan memberikan teguran kepada pelaku usaha terkait. 

"Harapan kami semua proses yang berjalan selama ini sudah sesuai SOP. Tapi kalau memang ada yang tidak sesuai ketentuan, tentu akan kami tindaklanjuti," ungkapnya.

Di sisi lain, Pertamina juga memastikan pasokan elpiji menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah akan ditambah guna mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat. "Yang pasti ada penambahan pasokan menjelang Idul Adha," pungkasnya. (*)

Editor : Dwi Restu A
#tanah merah samarinda #tabung #inspeksi mendadak (sidak) #elpiji