KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, aktivitas di Rumah Potong Hewan (RPH) Tanah Merah, Jalan Poros Samarinda-Bontang, Samarinda Utara, mulai meningkat. Hewan kurban dari luar daerah telah masuk ke Samarinda, dan dipastikan dalam kondisi sehat.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Samarinda Maskuri mengatakan, pemotongan hewan kurban di RPH Tanah Merah hanya dilakukan sebagian selama Iduladha hingga hari tasyrik.
"Menjelang Iduladha memang ada pemotongan hewan kurban di RPH, tapi tidak semuanya. Hanya sebagian yang dipotong di sini," ujarnya, Kamis (21/5).
Baca Juga: Tunggu Kepastian Regulasi, Pemprov Kaltim Belum Putuskan Skema Lahan KDKMP
Dia memastikan kondisi kesehatan hewan kurban yang masuk ke Samarinda masih aman, dan belum ditemukan indikasi penyakit berbahaya. Pemeriksaan kesehatan terus dilakukan bersama tim pengawasan DKPP Samarinda.
"Sejauh pemantauan di lapangan belum ada indikasi penyakit yang muncul. Jadi masih aman untuk hewan kurban," tegasnya.
Maskuri menyebut, sebagian besar sapi Bali didatangkan dari luar Samarinda, terutama dari Sulawesi dan Nusa Tenggara Timur (NTT)/Kupang. Khusus sapi asal Kupang, disebut berasal dari wilayah zona hijau Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Setiap hewan yang masuk wajib dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan sertifikat veteriner dari daerah asal sebelum dikirim ke Samarinda.
"Kalau dari Kupang itu zona hijau. Sebelum dikirim sudah diperiksa dan dinyatakan sehat," katanya.
Baca Juga: PPU Tarik Rem Darurat Anggaran, Sekda Tohar Sebut Hanya Proyek DAK dan Earmarked yang Berjalan
Meski berasal dari zona hijau, DKPP Samarinda tetap melakukan vaksinasi PMK terhadap hewan yang baru tiba di Kota Tepian sebagai langkah antisipasi penyebaran penyakit. "Biasanya sapi yang baru masuk kita istirahatkan dulu, lalu besoknya dilakukan vaksin," terangnya.
Selain PMK, DKPP Samarinda juga melakukan pengawasan terhadap penyakit lain seperti Jembrana dan Lumpy Skin Disease . Program vaksinasi rutin disebut sudah dilakukan sejak awal tahun sebagai langkah mitigasi menjelang Iduladha.
"Januari sampai Maret kami fokus vaksinasi PMK untuk memastikan hewan kurban tetap sehat saat hari penyembelihan nanti," jelasnya.
Di sisi lain, permintaan hewan kurban menjelang Iduladha tahun ini juga mulai mengalami peningkatan. Berdasarkan data DKPP Samarinda hingga 19 Mei 2026, tercatat sekitar 15.400 ekor hewan kurban telah masuk ke Samarinda.
Baca Juga: DPRD Balikpapan Kritik Kuota Pelatihan Disnaker: Hanya 80 Orang, Bagaimana Mau Tingkatkan SDM?
Namun, Maskuri menyebut tidak seluruh hewan kurban tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan Kota Samarinda. Sebagian sapi juga didistribusikan ke sejumlah daerah lain seperti Tenggarong dan Bontang.
"Kalau tren penjualan dua tahun terakhir memang sedikit menurun. Penjualan hewan kurban di Samarinda berkisar 9.500 ekor, penurunannya tidak sampai 10 persen," pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A