KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemkot Samarinda inspeksi mendadak (sidak) bahan pokok dan penting (bapokting) di sejumlah titik, Kamis (21/5). Sidak dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok dan kestabilan harga kebutuhan masyarakat tetap terjaga.
Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri mengatakan, sidak dimulai dari Pasar Segiri Samarinda, dilanjutkan ke Rumah Potong Hewan (RPH) Tanah Merah di Jalan Poros Samarinda-Bontang, hingga Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Tanah Merah. "Tujuannya mengantisipasi harga bapokting meroket menjelang Iduladha," ujarnya, Kamis (21/5).
Baca Juga: Sindir Laporan Asal Foto, Wali Kota Bontang Minta Kasatpol PP Baru Beri Solusi Nyata
Dari hasil pemantauan di lapangan, harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok memang mengalami kenaikan. Namun, kenaikannya dinilai masih dalam batas wajar dan belum mengganggu daya beli masyarakat secara signifikan.
Menurut Saefuddin, pedagang di Pasar Segiri justru mengeluhkan penurunan konsumsi masyarakat dalam beberapa pekan terakhir. "Ada kenaikan harga, tapi tidak terlalu signifikan dan masih dalam ambang normal. Pedagang juga menyampaikan kalau konsumsi masyarakat belakangan menurun," ucapnya.
Sementara di RPH Tanah Merah, kondisi harga daging disebut masih relatif stabil tanpa lonjakan harga. Selain memantau bahan pokok, sidak juga menemukan persoalan teknis di SPBE Tanah Merah terkait alat pengukur timbangan pengisian tabung gas elpiji yang mengalami eror dan perlu segera dikalibrasi ulang.
Baca Juga: Jaga Komitmen di Sisa Periode, Ketua KONI Kaltim Pastikan Porprov Sesuai Rencana
Saefuddin menilai kondisi tersebut tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut kepastian volume isi tabung gas yang diterima masyarakat.
"Ada beberapa hal yang harus disikapi, terutama alat ukur yang harus dikalibrasi. Jangan sampai ada kesalahan dalam perhitungan berat isi tabung," tegasnya.
Persoalan tersebut diduga akibat kelalaian pihak produsen dalam melakukan pengawasan alat timbang. Karena itu, Satgas Pangan diminta segera berkoordinasi dengan pihak terkait agar dilakukan perbaikan dan kalibrasi ulang.
"Harapannya produsen dan pihak terkait bisa segera berkoordinasi untuk melakukan perbaikan agar masyarakat mendapat kepastian," kuncinya. (*)
Editor : Dwi Restu A